Tingkatkan Kunjungan Wisata, Menparekraf Minta Hari Libur Ditambah

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Menparekraf Wishnutama Kusubandio dan Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo dalam rapat kerja dengan Komite III DPD RI. (Foto: Pemberitaan DPD RI)

-

AA

+

Tingkatkan Kunjungan Wisata, Menparekraf Minta Hari Libur Ditambah

Nasional | Jakarta

Selasa, 11 Februari 2020 21:09 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama Kusubandio akan melakukan berbagai cara dalam meningkatkan pendapatan dari sektor pariwisata.

Agar orang lebih banyak mengunjungi tempat-tempat wisata maka menurut dia, hari libur harus ditambah. Karena itu, dia mengusulkan kepada presiden untuk menambah hari libur.

"Kita juga usul ke Bapak Presiden untuk menambah hari libur supaya orang bisa liburan ke tempat wisata,” kata Wishnutama dalam rapat kerja dengan Komite III DPD RI, di Gedung DPD RI, Jakarta (11/2/2020).

Selain itu, dia akan meningkatkan premium tourism, supaya lebih banyak spendingnya dibandingkan jumlah turisnya.

Terkait diberhentikannya sementara penerbangan dari China-Indonesia karena kasus virus corona, dia akan bicara dengan pihak airlines internasional untuk mengalihkan rutenya ke Indonesia, bukan ke China.

"Event-event batal di China bisa dipindah ke Indonesia dan juga pemberian diskon harga tiket untuk wisatawan nusantara," kata Wishnutama yang turut didampingi Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo dan pejabat di lingkungan Kemenparekraf.

Wishnutama juga menekankan pentingnya aspek keselamatan dan keamanan, khususnya masalah keamanan berpergian yang dikeluarkan oleh Australia Travel Advice dan USA Travel Advisory.

“Yang lucunya, sekarang ada wabah corona, tetapi travel advice China warna hijau, Indonesia warna kuning. Jika Indonesia statusnya warna hijau, bisa dianggap Indonesia kondisinya nyaman dan aman, wisman bisa naik 20-30 persen," ujarnya.

Dia juga sepakat dengan Komite III DPD RI agar sektor pariwisata lebih dihargai dalam perimbangan keuangan pusat dan daerah.

”Sumber daya Aalam itu sudah pemberian dari Tuhan, sedangkan pariwisata itu diusahakan manusia untuk menghasilkan pendapatan, jadi harus diapresiasi,” katanya.

Wamenparekraf, Angela Tanoesoedibjo mengatakan bahwa saat ini Kemenparekraf sedang menyusun Rencana Induk Pariwisata Nasional Terpadu (RIPANDU) bagi seluruh stakeholders kepariwisataan nasional.

“RIPANDU adalah master plan besar untuk Indonesia. Bisa diimplementasikan secara bertahap dan implementatif,” paparnya.

DPD RI Minta Kemenparekraf Tingkatkan Pendapatan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Sementara itu Ketua Komite III Bambang Sutrisno mengatakan, Komite III akan turut mendorong pemerintah daerah untuk mendukung kebijakan Kemenparekraf secara proporsional.

“DPD RI sebagai lembaga perwakilan daerah akan mendukung seluruh progam kementerian yang memihak kepada masyarakat dan daerah,” katanya.

Wakil Ketua Komite III DPD RI, Sultan B Najamudin yang turut hadir dalam rapat tersebut menyampaikan DPD RI dapat melakukan pengawasan terhadap program kerja Kemenparekraf.

Pengawasan DPD RI terhadap program kerja kementerian selama ini rutin dilakukan oleh Alat Kelengkapan DPD RI melalui Rapat Kerja, Rapat Dengar Pendapat dan Kunjungan Kerja Pengawasan.

Anggota DPD RI dari Provinsi Bali, Anak Agung Gde Agung mengusulkan agar sumber daya yang dikembalikan ke daerah bukan hanya sumber daya alam, tetapi juga sumber daya lainnya.

“Kalau Bapak Menteri bisa memperjuangkan agar perimbangan keuangan pusat dan daerah lebih adil, maka daerah akan lebih semangat, karena pariwisata termasuk sumber daya lainnya,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Anggota DPD RI asal Bengkulu, Ahmad Kanedi menyarankan perlunya strategi pariwisata nasional.

“Perlu membuat grand strategy bagaimana orang Indonesia berwisata, sekarang ada virus corona di luar negeri, ya kita sesama orang Indonesia saja meningkatkan pariwisata dengan keliling Indonesia,” sarannya.


0 Komentar