Tolak Koruptor Dibebaskan, PSI: Tindakan Mereka Luar Biasa Zalim ke Rakyat!

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Juru bicara PSI bidang hukum, Rian Ernest. (FOTO: Istimewa)

-

AA

+

Tolak Koruptor Dibebaskan, PSI: Tindakan Mereka Luar Biasa Zalim ke Rakyat!

Nasional | Jakarta

Jumat, 03 April 2020 09:38 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menolak rencana dibebaskannya narapidana kasus korupsi sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19. 

Juru bicara PSI bidang hukum, Rian Ernest, meminta Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, tidak memprioritaskan pembebasan napi koruptor.

Hal itu terkait revisi Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

Rian mengatakan, korupsi adalah tindakan extraordinary crime yang merupakan bentuk zalim terhadap rakyat.

"Kejahatan korupsi tidak sama dengan maling ayam atau pengguna narkoba. Jadi harus beda juga penindakannya, bahkan pemenjaraannya," kata Rian dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/4/2020).

Rian mengungkapkan, konsep korupsi sebagai extraordinary crime ini bahkan tertuang dalam bagian pertimbangan dari PP 2012 yang ingin direvisi oleh Menkumham Yasonna.

PSI, kata Rian, menyoroti alasan keluarnya PP yang menurut Yasonna karena kondisi penjara sudah penuh, dan rentan terjangkit Covid-19. Dengan alasan kemanusiaan, Menkumham ingin terpidana korupsi dan narkoba lebih cepat dibebaskan.

"PSI menyadari bahwa memang kondisi penjara kita sangat memprihatinkan. Dari kajian yang dibuat oleh Institute for Criminal Justice Reform pada 2018, penyebab tertinggi kematian napi dan tahanan di penjara adalah karena sakit TBC dan pernapasan. Jadi persoalan Covid-19 ini sangat relevan untuk yang di dalam penjara," ujarnya.

"Yang perlu diperhatikan, narapidana mana yang sesak di dalam penjara? Apakah kasus narkoba yang masih bisa direhab atau kasus korupsi? Yang ruangannya saking sesaknya sampai harus tidur bergiliran bahkan sampai membuat tempat tidur gantung darurat ke jeruji jendela penjara? Inilah aspek kemanusiaan yang memang jadi perhatian kita," sambungnya.

Perusahaan Rokok Ini Klaim Temukan Vaksin Covid-19 dari Tembakau

Rian menyarankan, Menkumham Yasonna memerintahkan agar pengelola lembaga pemasyarakatan menyiapkan tenaga medis untuk melakukan pemeriksaan rutin kepada tahanan dan narapidana.

"Terutama yang berusia lanjut agar bisa lebih cepat mendeteksi suspect Covid-19," tandasnya.


0 Komentar