Trump Dituding Rasis soal 'Virus China'. Kampanye Jelang Pemilu?
Presiden Donald Trump (Foto: Getty Images)

JAKARTA, HALUAN.CO - Pernyataan kontroversial Presiden Amerika Serikat soal nomenklatur virus corona baru (Covid-19) sebagai 'Virus China' terus mengundang perdebatan di Amerika. Pernyataan Trump tidak hanya soal rasis tetapi juga dikaitkan dengan kapitalisasi Trump jelang Pemilu Presiden.

Seperti kampanye sebelumnya, Trump selain rasis juga selalu mencari kambing hitam untuk meningkatkan 'nasionalisme' warga kulit putih terutama Republikan dan Kristen untuk mengerek popularitas dan elektabilitas.

Anggota Parlemen dari Republik John Cornyn mendukung pernyataan Trump. Orang China memang patut disalahkan karena penyakit tersebut awalnya dari China dan kebiasaan mereka mengkonsumsi kelelawar, anjing dan hewan liar lainnya.

View this post on Instagram

NEW YORK, HALUAN.CO - LSM The Council on Foreign Relations (CFR) atau Dewan Hubungan Luar Negeri Amerika Serikat telah membatalkan sebuah pertemuan yang dijadwalkan pada hari Jumat di New York, lantaran penyebaran virus corona makin meningkat. Pertemuan itu bertajuk "Doing Business Under Coronavirus". . Dilansir dari Bloomberg, Rabu (11/3/2020), CFR juga membatalkan konferensi yang dijadwalkan dari 11 Maret hingga 3 April, termasuk meja bundar di New York dan Washington dan acara nasional di sekitar AS. . Berita selengkapnya di haluandotco/cek stories . Follow @haluandotco | @haluantv | @totalpolitikcom | @teknologi_id | @row.id | @neuronchannel | @hipotesamedia . . #haluanmediagroup #haluandotco #haluan #beritahariini #beritanasional #viral #trending #heboh #coronavirus #waspadacorona #positifcorona #as

A post shared by Haluan Media (@haluandotco) on

"China yang harus disalahkan karena budaya di mana orang makan kelelawar dan ular dan anjing dan hal-hal seperti itu," kata John Cornyn.

Seperti dilaporkan Slate.com, dampak dari pernyataan Trump berdampak luas. Kini orang Asia di Amerika menjadi sasaran penganiayaan dan diskriminasi. Kini masyarakat Amerika ketakutan untuk berinteraksi dengan bangsa Asia terutama China.

Kelompok kritis di Amerika mempertanyakan istilah yang disampaikan Trump yang kontraproduktif. Seorang Presiden seharusnya menenangkan warganya di tengah pandemi global.

Slate.com menulis, rasisme, bagi Trump, adalah alat dan pola pikir. Trump menjadi lebih rasis ketika dia gugup, tulisnya.

Ketika seorang hakim memutus soal penipuan di Trump University, Trump menyerang etnis sang hakim. Begitu juga dalam kampanye Pilpres sebelumnya dia juga melarang umat Islam masuk Amerika. Nah, sekarang isu Covid-19 pun dikaitkan.

Bagaimana di Indonesia?