Tunjuk Deputi Baru, Teten Harap UMKM dan Koperasi Bisa Naik Kelas

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Menkop Teten Masduki dan Deputi SDM Arif Rahman Hakim. (Foto: Dok. Kemenkop)

-

AA

+

Tunjuk Deputi Baru, Teten Harap UMKM dan Koperasi Bisa Naik Kelas

Ekonomi | Jakarta

Kamis, 06 Februari 2020 17:34 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Demi mengejar target pertumbuhan ekonomi yang dikontribusikan dari sektor usaha kecil menengah (UKM), Kementerian Koperasi dan UKM terus melakukan penguatan organisasi di internalnya. Salah satunya melalui penunjukan pejabat tinggi madya Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) yang selama ini kosong lantaran pejabat lamanya purna tugas.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, kemarin, resmi melantik Arif Rahman Hakim untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut.

Teten berharap dengan adanya Deputi SDM yang baru, program-program strategis Kementerian dapat segera diakselerasi. Pasalnya sosok Arif Rahman Hakim adalah orang yang kompeten karena sebelum adalah orang dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang kemudian dikaryakan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

Teten menegaskan kinerja dan track record Arif sangat baik sehingga sangat layak menduduki jabatan Deputi Bidang SDM.

"Saya ingin kementerian ini diisi oleh orang-orang dengan integritas tinggi, serta track record yang sudah terbukti. Jelas ini sangat membantu. Kami juga sedang mencari tiga lagi posisi eselon lainnya yang sedang open bidding," kata Teten usai pelantikan mantan Sekjen KPU Arif Rahman Hakim menjadi Deputi Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM di Jakarta.

LPDB dan OVO Jajaki Kerja Sama Penyaluran Dana Bergulir Bagi Koperasi

Konsolidasi program, sambung Teten, merupakan bagian dari pengembangan SDM, diupayakan menjadi jembatan antar birokrasi antar kementerian/lembaga (K/L) yang menjadi prioritas di 100 hari kerja. Karena memang ke depannya, telah diminta Presiden Jokowi dalam rapat terbatas (ratas) yang lalu, untuk membentuk one gate policy.

"Kami harus punya kemampuan konsolidasi seluruh program UMKM di 18 K/L. Belum lagi kami harus koordinasi dan bekerja sama dengan pemerintah daerah, dan konsolidasi seluruh sumber daya termasuk pembiayaan yang ada di kementerian," katanya.

Bukan cuma itu, Kemenkop dan UKM juga didorong agar UMKM bisa naik kelas, serta mencapai pertumbuhan ekspor yang ditarget naik dua kali lipat hingga 30 persen di 2024, di tengah ekonomi global yang lesu.

"Bagaimana produk UMKM ini menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Seperti wabah virus Corona ini, bisa memberi opportunity untuk subtistusi produk yang selama ini impor dari China bisa disediakan di dalam negeri," ucap Teten.

Untuk saat ini, pihaknya tengah menginvetarisir apa saja barang yang selama ini diimpor dan dibutuhkan dari China, terutama di bidang konstruksi yang bisa disubtitusikan oleh UMKM.

"Nah produk makanan dan minuman juga akan digeser. Dari pada minum soda, mending minum kopi atau teh dari Indonesia produk petani kan?" cetusnya.

Tantangan ke depan, sambung Teten, jika tak ditanggapi dengan serius dan tak punya pendekatan serta visi baru, dikhawatirkan menciptakan kesenjangan UMKM dan koperasi semakin lebar.

"Kita semua ditantang bagaimana membangun UMKM dan koperasi lebih kompetitif dan jauh berkembang agar lebih adil di kemudian hari. Kita masuk ke sektor pertanian, perikanan dan usaha, semua itu ada UMKM dan koperasi. Bersama membangun model bisnisnya," tegas Teten.

Di kesempatan yang sama, Deputi Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM Arif Rahman Hakim yang baru dilantik berjanji, pihaknya bakal memenuhi target yang diberikan di lembaga yang baru ia duduki.

Beberapa target yang diberikan lanjut Arief, akan dikonsolidasi dan dirumuskan dengan langkah-langkah action plan yaitu pertama, menciptakan pelatihan yang berkualitas dalam mencetak pemimpin yang bisa mengelola koperasi dan UMKM yang berkualitas.

"Kedua, saya juga diminta untuk memperkuat UMKM melalui peningkatan kualitas SDM. Nanti akan kami review standar kompetensi, modul pelatihan, bagaimana men-deliver UMKM di lapangan. Sinergi dengan seluruh stakeholder," sebut Arif.

Selanjutnya yang ketiga, terkait konsen Presiden Jokowi dalam meningkatkan kontribusi UMKM dalam perekonomian nasional dan penciptaan lapangan kerja.

"Fokus menumbuhakn wirausaha baru. Kami juga melanjutkan dan menambah kerja sama dengan lembaga pendidikan dan universitas yang ada dalam mencetak wirausaha baru. Ini akan menjadi prioritas dari jabatan baru saya ini," katanya.


0 Komentar