Tutup Munas X, Ini Harapan Ma'ruf Amin kepada Golkar
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (FOTO: Antara)

JAKARTA, HALUAN.CO - Wakil Presiden Ma'ruf Amin secara resmi menutup Musyawarah Nasional (Munas) X Partai Golkar, di The Ritz Carlton Hotel, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (5/12/2019) malam.

Dalam sambutannya, Ma'ruf berharap kepada Golkar agar secara konsisten menjaga solidaritas internal organisasinya. Menurutnya, soliditas antara pengurus dan anggota partai dapat berkontribusi pada kondisi politik nasional.

“Pemerintah mengharapkan Partai Golkar melalui kader-kadernya yang mumpuni, untuk mengawal stabilitas poltik nasional,” kata Ma'ruf.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) nonaktif itu mengatakan, kondisi politik yang stabil akan mendorong pertumbuhan investasi dan ekonomi bagi negara. Sehingga, lanjut dia, salah satu tujuan pemerintahan untuk menciptakan lapangan kerja bagi kesejahteraan masyarakat dapat terwujud.

“Orientasinya adalah politik lapangan kerja untuk kesejahteraan masyarakat. Stabilitas juga penting untuk membangun SDM Indonesia yang unggul dalam menghadapi persaingan ekonomi global,” ujarnya.

Tak hanya kepada Golkar, Ma'ruf juga berharap kepada partai-partai politik lainnya di Indonesia untuk bisa menjaga stabilitas demokrasi guna menjaga iklim investasi dan perekonomian di dalam negeri.

Menurut dia, stabilitas politik dan ekonomi di suatu negara berjalan saling beriringan.

"Stabilitas politik berjalan paralel dengan stabilitas ekonomi. Menjaga stabilitas politik nasional menjadi kunci. Oleh karena itu, jangan sampai ada destabilisasi politik yang akan berpengaruh pada iklim investasi," tegas dia.

Munas X Partai Golkar yang digelar sejak Selasa (3/12/2019) itu telah menetapkan secara aklamasi Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum periode 2019-2024. Ia berhasil mendapatkan dukungan suara 100 persen dari peserta munas.

Selain para pengurus dan anggota partai, turut hadir pula pada acara penutupan Munas X Partai Golkar, antara lain Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.