UAS: Sebelum Kawan-kawanmu Ngajak Rayakan Tahun Baru, Habis Isya Tidur
Ustaz Abdul Somad. (Foto: Riaupos)

JAKARTA, HALUAN.CO - Ustaz Abdul Somad (UAS) memberikan penjelasan terkait hukum merayakan tahun baru. Awalnya, UAS menjawab sebuah pertanyaan jemaah lewat secarik kertas.

Pernyataan ini disampaikan UAS sebuah video ceramah yang diunggah dalam kanal YouTube Islam Damai pada 29 Desember 2018. Video itu berjudul "Tahun baru menurut UAS Ustadz Abdul Somad".

Dalam video berdurasi 5.38 menit tersebut UAS menjawab beberapa pertanyaan dari jamaahnya.

"Bagaimana MUI duduk bersama pemerintah dalam fatwa tahun baru (masehi)?" tanya salah satu jemaah yang ditulis dalam secarik kertas.

Kemudian, Ustaz Somad pun menjawab, "Fatwa soal tahun baru ini setiap tahun pasti diulang balik. Berdasarkan fatwa MUI sejak zaman Buya Hamka menyebut bahwa haram hukumnya. (Misalnya umat muslim) rayakan Natal bersama (kaum Nasrani) itu tak ubahnya ikut perayaan natal."

Dalam hadist itu, UAS menyampaikan bahwa siapa yang mengikuti tradisi suatu kaum, maka ia sama dengan kaum tersebut.

"Dan ditambahkan dalam riwayat hadist itu bahwa dia (umat muslim yang merayakan tahun baru) akan dibangkitkan nanti pada hari kiamat bersama mereka," paparnya.

Bagaimana sebaiknya melewati malam pergantian tahun baru? Dalam video lain yang diunggah taman surga.net berjudul 'Untukmu yang Merayakan Tahun Baru 2019' menit ke-0:16 UAS menyarankan untuk berdzikir dan muhasabah. Video itu diunggah pada 31 Desember 2019.

"Jadi untuk kaum muslim, terutama anak muda. Tanggal 31 malam 1 Januari kala kebetulan masjid-masjid ada buat dzikir datanglah. Kalau tidak ada, habis Isya sebaiknya tidur saja sebelum kawan-kawanmu mengajak rayakan tahun baru," kata UAS disambut gelak tawa jemaah.

"Karena kalau tidak kau lakukan, nanti orang akan telpon, 'kau dimana bro', 'di rumah', masak malam tahun rumah saja?" ujarnya.