Umat Hindu Bali Merayakan Nyepi di Tengah Pandemi Corona
Hari Raya Nyepi Saka 1942 (Ilustrasi: Haluan.co)

JAKARTA, HALUAN.CO - Hari ini bertepatan dengan umat Hindu di Bali melaksanakan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1942 di tengah pandemi global virus corona baru (Covid-19).

Umat Hindu melakukan "Catur Brata" Penyepian yang terdiri dari amati geni (tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan).

Filosofi Catur Brata ini sangat relevan dengan imbauan pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran virus corona baru (Covid-19) berupa social distancing (menghindari kerumunan) dan phicycal distancing (menjaga jarak).

View this post on Instagram

Selamat Hari Raya Nyepi . Keluarga Besar Haluan Media Group mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1942. . Hari ini umat Hindu melaksanakan "Catur Brata" Penyepian yang terdiri dari amati geni (tiada berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan). . . Hari Raya Nyepi bertujuan untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk menyucikan alam manusia (Bhuana Alit) dan alam semesta (Bhuana Agung). Semoga seluruh alam serta manusia diberikan keselamatan! . . Follow @haluandotco | @haluantv | @totalpolitikcom | @teknologi_id | @row.id | @neuronchannel | @hipotesamedia . . . #haluan #haluandotco #haluanmediagroup #harirayanyepi #nyepi #hindu #dirumahaja #haluanupdatecorona #janganpanikhadapicorona #bersatucekalcoronaFollow

A post shared by Haluan Media (@haluandotco) on

Hari Raya Nyepi bertujuan untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk menyucikan alam manusia (Bhuana Alit) dan alam semesta (Bhuana Agung). Semoga seluruh alam serta manusia diberikan keselamatan!

Dari laporan Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 hingga pukul 12.00 WIB, penderita positif Covid-19 di Bali terus bertambah. Ada tiga kasus baru sehingga jumlahnya menjadi 9 pasien positif corona. Untuk kematian, Bali masih mencatatkan dua kasus dan keduanya merupakan WNA.