Umat Islam Bersedih Tak Bisa Salat Tarawih di Masjid pada Ramadan Tahun Ini

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ka'bah yang berada di tengah Masjidil Haram. (Foto: AFP).

-

AA

+

Umat Islam Bersedih Tak Bisa Salat Tarawih di Masjid pada Ramadan Tahun Ini

News | Jakarta

Kamis, 23 April 2020 07:38 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Umat Islam di dunia, tentu termasuk Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar bersedih karena Ramadan tahun ini tidak bisa melaksanakan salat Tarawih berjemaah di masjid. Awal Ramadan tahun ini akan jatuh pada tanggal 24 April 2020 dan salat Tarawih dimulai pada malam sehari sebelumnya.

Mengapa ini penting: Bagi umat Islam, Ramadan merupakan bulan suci yang hanya datang sekali dalam setahun. Namun tahun ini, wabah corona telah menghadang langkah umat Islam untuk menunaikan salat Tarawih berjemaan di masjid.

Konteks: Wabah virus corona atau COVID-19 yang kini sedang melanda hampir di seluruh negara di dunia. Para ulama di negara mayoritas muslim telah mengimbau untuk tidak melakukan salat Tarawih di masjid.

Di Arab Saudi:

• Mufti Besar Abdulaziz al-Sheikh Arab Saudi (sama dengan MUI di Indonesia) telah memutuskan bahwa salat selama Ramadan dan Idulfitri dilakukan di rumah.

• Lembaga ulama dan pemerintah Arab Saudi juga telah menutup pelaksanaan ibadah umrah. Padahal, pada bulan Ramadan ini paling banyak umat Islam menyelenggarakan ibadah umrah.

• Bahkan kemungkinan besar pelaksanaan ibadah haji akhir Juli mendatang juga akan dibatalkan untuk pertama kalinya.

Apa katanya: "Hati kami menangis," kata Ali Mulla, muazin Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi seperti dikutip AFP.

Dia menggambarkan begitu lengangnya Masjidil Haram sejak Mufti Besar Abdulaziz al-Sheikh Arab Saudi membuat larangan untuk tidak salat di masjid.

Bahkan Ka'bah yang ada di tengah Masjid Haram yang menjadi arah tempatnya umat Islam ketika salat itu kini kosong melompong. Padahal sebelum wabah corona, Masjid Haram dan Ka'bah tidak pernah sepi dari umat Islam melakukan Tawaf.

"Kita terbiasa melihat masjid suci yang penuh sesak dengan orang-orang di siang hari, malam hari, sepanjang waktu. Saya merasa sakit di lubuk hati," ujar Ali Mulia.

Palestina: Mufti Besar Yerusalem dan Wilayah Palestina Muhammad Hussein juga telah mengumumkan pembatasan salat Tarawih selama Ramadan. Bahkan warga negara itu disarankan tidak melihat bulan sabit untuk memperkirakan awal mula bulan suci di depan umum.

Pembatasan tersebut sejalan dengan rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia, yang mendesak negara-negara di dunia untuk menghentikan orang berkumpul dalam jumlah besar di tempat-tempat yang terkait dengan kegiatan Ramadan.

Di Iran: Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei juga meminta warganya untuk Tarawih di rumah selama bulan Ramadan dengan tidak mengabaikan ibadah selama puasa.

Di Pakistan: Umat Islam di negara itu mengatakan ibadah lebih penting daripada masalah virus corona. Pihak berwenang telah menyerah di bawah tekanan agama. Ratusan umat Islam menghadiri shalat Jumat, duduk bahu membahu dan sedikit memperhatikan jarak sosial.

Umat Islam di Pakistan tetap memaksakan diri untuk tetap melakukan salat Jumat dengan menjaga jarak. (Foto: AFP)

Di Bangladesh: Para ulama mengecam upaya untuk mengurangi jumlah orang yang pergi ke masjid dan menuntut pemerintah sekuler negara itu mengizinkan jutaan muslim untuk ke masjid, baik untuk ibadah harian maupun salat Jumat.

Bagaimana di Indonesia:

• Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa Nomor 14 Tahun 2020 yang melarang sementara pelaksanaan ibadah yang membuat konsentrasi massa, seperti salat lima waktu berjamaah, salat Tarawih, Salat Id atau pun kegiatan majelis taklim.

• Surat Edaran Menteri Agama No 6 Tahun 2020. Salah satu poinnya mengatur mengenai pelaksanaan salat Tarawih dilakukan bersama keluarga di rumah masing-masing.

Bagaimana tanggapan umat Islam:

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengingatkan umat di Indonesia tidak memaksakan diri untuk melaksanakan ibadah berjemaah di tengah wabah saat ini.

“Jangan semuanya disikapi seolah normal, karena kondisi saat ini darurat,” kata Haedar kepada wartawan di Jakarta, Selasa (21/4/2020).

BIN Yakin Kasus COVID-19 Masuk Fase Ringan pada Juli, tapi...

Dia mengingatkan bahwa pilihan ibadah di rumah sudah berlaku di seluruh dunia Islam. Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Arab Saudi saja tidak dipakai untuk salat Jumat dan Tarawih.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Raudhatul Jannah di Komplek Perumahan Villa Mas Garden, Kota Bekasi, Ust Misda Azis mengaku ada keinginan jemaah untuk melaksanan salat Tarawih.

Namun selaku orang yang bertanggung jawab terhadap keselamatan jemaah dari wabah corona ini maka dia tidak mengizinkannya.

"Kita ikuti saja imbauan pemerintah dan MUI demi keselamatan kita bersama. Sedih juga tidak bisa melakukan salat Tarawih di masjid, tapi kondisinya begini bagaimana lagi. Padahal bulan Ramadan ini merupakan pemasukan yang cukup besar untuk masjid dari infak dan sedekah jemaah," kata Misdan Azis, Kamis (23/4/2020).


0 Komentar