Unair Klaim Temukan Obat Virus Corona

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof Mohammad ketika menyampaikan lima jenis senyawa yang bisa jadi obat virus corona. (Foto: Ist)

-

AA

+

Unair Klaim Temukan Obat Virus Corona

Teknologi | Jakarta

Rabu, 01 April 2020 23:47 WIB


SURABAYA, HALUAN.CO - Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof Mohammad Nasih mengklaim telah menemukan lima jenis senyawa yang diduga bisa menjadi obat Virus Corona atau Covid-19.

Berdasarkan hasil riset yang telah dilakukan, lima senyawa tersebut lebih kuat ikatannya dibandingkan dengan Chloroquine untuk penanganan Covid-19.

"Tapi tidak bisa langsung memproses karena masih ada dua tahapan yang harus dilakukan dengan baik," ujar Nasih kepada wartawan, Rabu (1/4/2020).


Dia menyebut kelima senyawa ini memiliki daya ikat yang lebih kuat dibanding Avigan dan Chloroquine yang hingga saat ini masih dipercaya menjadi obat pasien terinfeksi virus corona.

Menurut dia, dalam waktu dekat hasil penelitian terhadap lima senyawa itu akan dituangkan dalam sebuah artikel di jurnal internasional.

Dari jurnal internasional itu, para peneliti di dunia bisa mempercayai atau mendiskusikan kredibilitas penelitian lima senyawa tersebut.

Akademisi bisa berdebat dan bisa teruji. Isu-isu tentang corona bisa dilakukan dengan tajam dan ilmiah.

Setelah perdebatan terjadi dan ditemukan koreksi-koreksi dari lima senyawa itu, maka langsung bisa dilakukan pengujian yang akan dilakukan di Institute of Tropical Disease (ITD) Unair yang selama ini sudah mampu melakukan tes swab PCR.


Pemerintah: Semua Institusi Sedang Kembangkan Riset Virus Corona

"Virus akan dikasih senyawa itu lalu reaksinya seperti apa sehingga sintetis obat bisa segera dihasilkan dengan sebaik-sebaiknya," harap Nasih.

Diungkapkan, proses pembuatan obat Covid-19 dari lima senyawa tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama. Setidaknya satu tahun.

"Ini harus dilalui karena kami tidak ingin mengeluarkan produk yang tidak teruji secara ilmiah," ujarnya.


0 Komentar