Usai Kepalanya Ditembak, Putra Kristolog Ahmad Deedat Akhirnya Menghembuskan Nafas Terakhir
Putra kristolog dunia, Syeikh Yusuf Deedat. (Foto: Independent Online)

JAKARTA, HALUAN.CO - Putra kristolog dunia, Syeikh Yusuf Deedat (65), yang ditembak di bagian kepala oleh pria bersenjata tak dikenal di luar Pengadilan Verulam, akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di RS St Anne di Pietemaritzburg, Afrika Selatan.

Menurut putranya, Raees Deedat, keluarga dan teman-temannya berada di samping tempat tidurnya ketika Syeikh Yusuf meninggal dengan tenang pada pukul 2.40 sore, Jumat.

"Kami menyampaikan rasa terima kasih yang tulus atas dukungannya. Terima dari pihak keluarga, teman dan masyarakat. Semoga jiwanya beristirahat dengan damai,” kata Raees Deedat dilansir dari Independent Online, Sabtu (18/1/2020)

Sebelumnya, putra kristolog ternama, Syeikh Ahmad Deedat itu ditembak di bagian kepada pada hari Rabu, saat berada di luar pengadilan Keluarga Verulam di negara bagian Durban, Afrika Selatan.

Kronologi kejadiannya, awalnya Deedat sedang menuju ke pengadilan. Kemudian, ia didekati oleh seorang pria asal India yang membawa senjata api dan langsung menembak kepala Deedat sekali. Lalu, pelaku penembakkan itu langsung kabur.

Petugas keamanan setempat, yang menyaksikan insiden itu mengejar tersangka yang melarikan diri menuju Mazda putih yang telah menunggu.

Anggota Unit Reaksi Afrika Selatan (RUSA) dikirim sekitar pukul 8:30 pagi untuk mengangkut Deedat yang sedang berbaring terlungkup di trotoar.

Dalam beberapa jam setelah insiden, media sosial dipenuhi dengan desas-desus tentang kematiannya. Namun, istri Deedat, Yasmin, menjawab bahwa Youssef masih hidup dan sedang dirawat di RS.

"Adiknya Quarraisha ada bersamanya. Dia masih hidup dan sedang menjalani perawatan, ”kata seorang kerabat kepada Millichronicle.

Juru bicara Prem Balram untuk RUSA mengatakan, pada saat kedatangan, korban Yousuf Ahmed Deedat ditemukan terbaring telungkup di trotoar. Dia mengalami satu luka tembak di kepalanya.

"Korban saat ini sedang distabilkan di tempat kejadian oleh paramedis," ujarnya.

Sebagai informasi, ayahnya, Syeikh Ahmad Deedat, yang meninggal pada 2005, dikenal sebagai seorang kristolog Muslim Afrika Selatan terkemuka yang mengadakan beberapa debat publik lintas agama dengan orang Kristen evangelis.

Ahmad Deedat dikenal di seluruh dunia sebagai pembicara dan penulis publik yang disegani yang menerbitkan beberapa buku kecil tentang Islam dan Kristen.

Syeikh Ahmad Deedat juga pendiri Islamic Propagation Center International, yang didirikan untuk mendakwahkan Islam ke seluruh dunia.

Almarhum Deedat dianugerahi Hadiah Internasional Raja Faisal pada tahun 1986 untuk 50 tahun keilmuan dalam kristologinya.

Sekarangan pengganti Syeikh Ahmad Deedat dalam mendebat ialah ulama asal India, Ustaz Zakir Naik. Namun, Zakir Naik terusir dari negaranya.