Valid! Rudiantara Dirut PLN, Tinggal Pengesahan di RUPS
Presiden Joko Widodo menunjuk mantan Menkominfo sebagai Dirut PLN (Foto: Tempo.co)

JAKARTA, HALUAN.CO - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan penunjukan Rudiantara sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tinggal pengesahan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Namun, Luhut enggan menjelaskan kapan RUPS perusahaan setrum tersebut akan digelar.

"Jadi saya kira Pak Presiden menunjuk Pak Rudiantara sudah keputusan yang sangat tepat. Ya. Kan tinggal RUPS saja," ujar Luhut di Kantornya, Selasa (10/12/2019).

Luhut juga menjelaskan baik Presiden maupun Menteri BUMN, Erick Thohir sudah menetapkan Rudiantara sebagai Dirut PLN.

"Pak Rudiantara kan orang paten. Bagus lah dia," ujar Luhut.

Dia menilai nantinya setelah Rudiantara menjabat, PLN akan jauh lebih baik. Terlebih, Luhut mengaskan Rudiantara cukup pantas jika nantinya memimpin PLN.

Ia menilai sosok Rudiantara di PLN juga bukan orang baru, Rudiantara sudah pernah menjabat di PLN.

"Ya bagus banget dong Pak Rudi memang orang PLN. Selama di kabinet juga kami dengan beliau bagus," ujar Luhut.

Luhut kembali menegaskan, Rudiantara merupakan pilihan yang tepat. Dia bilang hal ini sudah dibuktikan melalui kinerja mantan petinggi Indosat dan Telkomsel tersebut.

Hal senada disampaikan Staf khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga menyampaikan bahwa Tim Penilai Akhir (TPA) telah menunjuk Rudiantara sebagai Direktur Utama PT PLN.

Rudiantara berhasil menggeser dua nama kandidat lainnya yang diserahkan Menteri BUMN Erick Thohir ke Presiden Jokowi karena beberapa alasan. “Terbaik untuk semua kondisi PLN lah pokoknya. Rudiantara yang dibutuhkan saat ini,” kata Arya.

Arya menjelaskan, dengan Rudiantara berada di pucuk pimpinan perusahaan setrum negara itu, diharapkan realisasi megaproyek listrik 35.000 MW bisa segera terkejar. Berdasarkan data PLN per Oktober 2019, baru sebanyak 11 persen pembangkit listrik yang beroperasi dan mengurangi volume impor solar.

Tugas utama yang harus dijalankan Rudiantara, menurut Arya, tak lepas dari amanat Presiden Jokowi yang intinya harus menekan jumlah impor.

"PLN juga harus tekan. Jadi di antara semuanya, yang bisa wujudkan itu dan tepat itu, ya, Rudiantara,” ujarnya.

Lebih jauh Arya menyebut kepastian Rudiantara untuk mulai bekerja sebagai Dirut PLN belum dapat dipastikan karena masih menunggu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). “RUPS dalam waktu dekat,” ucapnya.

Nantinya, kata Arya, juga akan ada pengisi pos Wakil Direktur Utama PLN yang diangkat dalam RUPS mendatang untuk memperkuat perusahaan pelat merah itu.

“Wadirut pertimbangannya untuk memperkuat, karena nanti banyak isu seperti mengurangi import tadi dan energi terbarukan."

Ia mengemukakan pengangkatan komisaris dan direksi BUMN harus melalui proses TPA, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo

"Pemerintah ingin mendorong pejabat BUMN dapat bekerja lebih profesional dan transparan sehingga TPA harus dijalankan," ujar Arya.

Selain itu Arya mengatakan pengalaman Rudiantara menjadi acuan calon Direktur Utama PLN itu. Dia juga menjelaskan selain Rudiantara juga pernah menjadi Wakil Direktur PLN, juga memimpin perusahaan telekomunikasi, mulai dari Indosat, Telkomsel, Excelcomindo, dan Telkom.

Saat ini, Sripeni Inten Cahyani menempati Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PLN sekaligus merangkap sebagai Direktur Pengadaan Strategis satu.

Rudiantara pernah menjadi Wakil Dirut PT PLN pada 2008-2009 lalu. Selama di PLN, ia terlibat dalam pencarian pendanaan perusahaan terutama pinjaman untuk proyek pembangkit listrik 10 ribu megawatt.

Sedangkan saat menjabat sebagai Menkominfo periode 2014-2019, pria yang akrab disapa Chief tersebut berhasil menorehkan berbagai prestasi, di mana salah satunya mewujudkan jaringan internet Palapa Ring.

Chief RA, sapaan Rudiantara, lahir di Bogor, Jawa Barat pada 3 Mei 1959. Meraih gelar sarjana dari jurusan Statistik Universitas Padjajaran (Unpad) pada 1986, dia memilih berkarier di jalur profesional.

Karier Rudiantara dimulai saat bekerja di Indosat selepas lulus kuliah. Sejak saat itu, berbagai posisi pernah didudukinya, termasuk Telkomsel dan XL Axiata. Di XL (saat itu bernama Excelcomindo Pratama), karier Rudiantara melesat hingga menjadi direktur.