Video Viral Ibu Paruh Baya di Makassar Tampar Siswi SD Berumur 8 Tahun, Motifnya Dendam
Polisi saat menjemput paksa Ibu rumah tangga bernama Mating, tersangka penampar siswi SD di Makassar. (Foto: Sindonews)

MAKASSAR, HALUAN.CO – Polisi menangkap seorang ibu paruh baya di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang diduga telah menganiaya siswi SD berusia 8 tahun. Motif pelaku karena dendam dengan korban yang pernah memukul anaknya pakai gagang sapu.

Pelaku, Manting Daeng Ngawi (40) ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap siswi SD berinisial DA (8). Dari hasil pemeriksaan, ibu tersebut mengaku khilaf karena emosi atas perlakukan korban terhadap anaknya, teman sekelas DA.

"Motif pelaku lantaran marah kepada korban karena pernah memukul anaknya dengan gagang sapu hingga benjol di bagian kepala," kata Kanit Reskrim Polsek Biringkanaya, Iptu Bondan Wicaksono, seperti dilansir iNews.id, Minggu (29/12/2019).

Pelaku diamankan tim Resmob Polsek Biringkanaya di kawasan Katimbang, Biringkanaya, Makassar dan langsung dibawa ke mapolsek untuk menjalani pemeriksaan. dari hasil perkara penyidik kemudian menetapkan status tersangka.

"Tersangka dikenakan Pasal 80 ayat 1 juncto Pasal 76 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman 3 tahun enam bulan penjara," katanya.

Sebelumnya, penganiayaan tersebut terjadi saat penerimaan rapor di ruangan kelas pada Sabtu (28/12/2019). Manting awalnya mengonfirmasi kepada korban karena pernah memukul kepala anaknya, dan bertanya alasannya berbuat demikian.

"Hal itu terjadi secara tidak sengaja saat korban bermain sapu di ruang kelas dan terkena kepala anak dari pelaku. Pelaku tak terima hingga terjadi pemukulan," ujar dia.

Setelah video penganiayaan itu viral di media sosial dan menyita perhatian publik, Tim Resmob Polsek Biringkanaya yang mendapat laporan dari korban pun bergerak menangkap pelaku.

Ayah DA, Harianto mengatakan, kasus pemukulan terhadap anaknya sudah dilaporkan ke polisi. Setelah pemukulan itu, kata dia, kondisi anaknya sempat trauma dan luka lebam di bagian pelipis.

"Sekarang sudah mulai membaik, tapi masih trauma," katanya.