Viral di Medsos, BKSDA Jatim akan Selidiki Penampakan Tiga Buaya di Candi Sidoarjo
Penampakan buaya di di Sungai Bahgepuk, Desa Kalipecabean, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo. (Foto: Ist)

SIDOARJO, HALUAN.CO - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah 3 Jawa Timur akan menyelidiki penampakan tiga ekor buaya di Sungai Bahgepuk, Desa Kalipecabean, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo.

Munculnya tiga ekor buaya di Sungai Bahgepuk sejak tiga hari belakangan ini menggegerkan dan menjadi tontonan masyarakat setempat. Bahkan videonya sempat viral di media sosial.

Kasi BKSDA Wilayah 3 Jawa Timur, Dodit Ari Guntoro mengatakan ada beberapa kemungkinan atas fenomena kemunculan buaya muara di Sungai Bahgepuk itu.

Kemungkinan pertama, buaya bernama ilmiah Crocodylus Porosus tersebut memang buaya muara liar yang sedang perjalanan menuju muara.

"Memperhatikan animal behaviour jenis buaya muara, apabila itu merupakan buaya liar, maka dia sedang dalam perjalanan menuju muara, karena karakteristiknya dia berkembangbiak di hulu. Dan ketika remaja dia akan bergerak menuju muara," jelas Dodit dilansir Jatimnow, Sabtu (4/1/2019).

Sedangkan kemungkinan kedua, bisa saja buaya-buaya muara yang ada di Sungai Bahgepuk tersebut adalah hasil lepasan orang yang tidak bertanggungjawab.

"Belum dapat dipastikan juga apakah buaya tersebut merupakan lepasan orang-orang tidak bertanggung jawab atau tidak. Sampai saat ini kita masih melakukan penyelidikan," ujarnya.

Warga sekitar menduga jika ada tiga ekor buaya yang sampai saat ini berkeliaran di sungai tersebut.

Dalam tiga hari ini, warga sekitar Sungai Bahgepuk, Desa Kalipecabean, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, digegerkan dengan munculnya buaya muara. Buaya itu menampakkan diri Jumat (3/1/2020), sekitar pukul 15.48 Wib.

Glenter Sudarno (47), salah seorang warga sekitar, menduga jika ada tiga ekor buaya yang sampai saat ini berkeliaran di sungai tersebut.

"Ada tiga ekor. Yang sering muncul itu yang besar sendiri, untuk dua lainnya ukurannya lebih kecil," jelas Glenter Sudarno.

Sejumlah warga memantau pergerakan buaya muara tersebut. Tak hanya orang dewasa, anak kecil pun ikut-ikutan menyaksikan penampakan buaya itu.

Husin Widodo, warga sekitar mengungkapkan, seumur hidupnya, baru pertama kali ini melihat penampakan buaya muara di Sungai Bahgepuk.

"Mulai saya kecil, ya hanya sekali ini ada buaya muncul di Sungai Bahgepuk, termasuk buaya di Klurak kemarin," ujar pria 61 tahun ini.

Saat ditanya apakah aliran Sungai BahgepuK Candi ini adalah anak Sungai Porong, ia pun mengatakan jika itu tidak ada hubungannya.

"Ini aliran sungainya dari Tanggulangin, menuju ke laut. Jaraknya menuju ke laut sekitar 6 hingga 7 kilometer," pungkas Husin.