Virus Baru Muncul di China, 1 Pria Tewas Akibat Hantavirus, 32 Orang Diperiksa!

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Warga di Tiongkok diperiksa suhu badan untuk mengantisipasi serangan virus berbahaya. (Foto: Global Times)

JAKARTA, HALUAN.CO - Usai dikabarkan berhasil menekan penularan virus corona alias Covid-19, kini Tiongkok kembali dihadapkan dengan kehadiran virus baru. 

Virus yang dikenal dengan nama Hantavirus ini, ramai di jagat maya dan membuat panik warganet. Bukan tanpa alasan, virus tersebut muncul di tengah pandemi corona yang belum teratasi.

Global Times melaporkan, seorang pria asal provinsi Yunnan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju Provinsi Shandong dengan menggunakan bus umum. Setelah didiagnosis pada Selasa (24/3/2020), pria tersebut positif Hantavirus atau virus hanta. Selanjutnya, 32 orang yang berada dalam bus tersebut langsung diperiksa.

Akibat trendingnya virus ini, seorang warganet bahkan menyebut dirinya ingin pindah ke planet lain lantaran banyaknya virus merebak di muka bumi.

"Saya pikir, saya sudah siap untuk pindah ke planet lain, jujur saja," ujar seseorang di Twitter.

Sebenarnya, virus jenis ini bukanlah hal baru, penyakit tersebut pernah mewabah di Amerika Serikat pada tahun 1993. Untuk mengetahui lebih lanjut soal virus ini, berikut penjelasannya.

Apa itu Hantavirus?

Mengutip Centers for Disease Control and Prevention (CDC), hantavirus merupakan penyakit zoonosis, yakni ditularkan dari hewan ke manusia. Keluarga virus jenis ini utamanya menyebar melalui tikus atau rodent.

Hantavirus menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yakni penyakit pernapasan yang parah pada manusia yang disebabkan oleh infeksi hantavirus. Ada juga jenis hantavirus lain yang dikenal dengan Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yakni penyakit yang menyerang ginjal.

Sementara untuk proses penularannya tidak melalui udara, tetapi melalui kontak dengan cairan tubuh seperti urine, ludah dan kotoran tikus.

Tak hanya itu, penularan juga bisa melalui daging tikus apabila tak sengaja memakannya. Bisa juga melalui gigitan, namun tingkat penularannya cukup kecil.

Gejala Hantavirus

Gejala awal HPS termasuk kelelahan, demam dan nyeri otot terutama di paha, pinggul, punggung, dan kadang-kadang bahu.

Orang yang terinfeksi virus ini juga dapat mengalami sakit kepala, pusing, meriang, dan masalah perut lainnya. Sedangkan untuk tingkat kematian akibat virus ini, disebut CDC mencapai 38% bila tidak ditangani dengan tepat.

Sementara untuk gejala HFRS hampir mirip dengan HPS. Orang yang terinfeksi HFRS dapat mengalami hipotensi, syok akut, kebocoran pembuluh darah, serta gagal ginjal akut. HPS tidak menular dari orang ke orang, sementara HFRS bisa menular namun sangat jarang.

Pencegahan

Cara pengendalian paling utama dapat dilakukan dengan pengendalian populasi tikus. Tak hanya itu, penerapan hidup bersih dan sehat juga patut diterapkan demi mencegah penularan virus ini.

Penulis: Nurul Charismawaty


0 Komentar