Virus Corona Bisa Menyerang Otak?
Wabah virus corona telah membuat orang untuk tetap tinggal di rumah. (Foto: Haluan.co/Fajar AM)

JAKARTA, HALUAN.CO - Selama ini gejala awal seseorang positif corona baru (COVID-19) umumnya flu ringan, batuk, demam dan diare atau, kesulitan bernapas ada juga yang merasa kelalahan. Namun belakangan diketahui berdasarkan temuan di Amerika dan di China, COVID-19 juga dapat menyerang saraf dan otak.

Mengapa ini penting: Para ahli menumukan semakin beragamnya gejala atau dampak dari COVID-19 terhadap kesehatan. Tim medis atau pengambil kebijakan kini harus lebih hati-hati dalam menangani wabah corona karena dampaknya bisa salah diagnosis atau mungkin lolos dari pengawasan.

Konteks: Banyak kasus ditemukan semakin beragamnya gejala seseorang terjangkit COVID-19. Misalnya di Amerika dan di China ada pasien corona yang kehilangan indra penciuman, sulit bicara dan ada juga yang mengalami radang selaput otak.

Apa katanya: "...tidak jelas apakah atau sejauh mana virus corona menyerang otak secara langsung atau efek COVID-19 yang merampas oksigen otak. Sangat sulit untuk memisahkan keduanya," kata Chethan Rao, MD, seorang dokter praktek dan profesor neurologi dan bedah saraf di Baylor College of Medicine Medical Center seperti dikutip dari Medium.com.

Bagaimana virus menyerang otak:

  • Dalam Journal of Medical Virology, para ahli mengatakan COVID-19 tidak sebatas menyerang saluran pernapasan tetapi juga merongrong sistem saraf.
  • Seorang wanita berusia akhir lima puluhan menderita COVID-19 di Detroit, Amerika Serikat. Pemindaian otak menunjukkan pembengkakan yang tidak biasa, dan dokter mendiagnosisnya sebagai ensefalopati hemoragik nekrotikans akut.
  • Ini sejenis komplikasi sistem saraf pusat yang jarang terjadi akibat influenza atau infeksi virus lainnya yang ditandai dengan perubahan status mental dan kejang dan sering kali ini lebih lanjut menyebabkan kecacatan fatal atau bahkan kematian.

Pendapat lain: Dalam Jurnal Elemental seorang ahli menguraikan reseptor yang nyaman untuk COVID-19 banyak di sel-sel sistem pernapasan. Tapi ternyata reseptor juga ditemukan di pembuluh darah otak dan juga di ujung saraf.


0 Komentar