Virus Jembrana Serang Sapi di Sumbar
Satu ekor sapi milik kelompok tani di Solok Selatan diserang virus jembrana. (Foto: Ist)

SOLSEL, HALUAN.CO - Sapi milik kelompok tani di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) diduga terserang virus jembrana.

Dari data Dinas Pertanian Solsel, sepanjang tahun ini hingga 26 Desember, ada 32 ekor sapi bali milik milik kelompok tani di Solsel terinfeksi virus Jembrana.

Dimama, 31 ekor sapi mati dan satu ekor lagi masih dalam kondisi sakit yang sedang mendapatkan pengobatan.

"Kematian satu ekor sapi diduga penyakit jembrana diketahui pada Selasa (24/12/2019) karena sesuai ciri-ciri virus Jembrana. Satu ekor lagi yang masih sakit diketahui pada Rabu (25/12/2019)," kata Syerlly selaku Kepala Seksi Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Solsel pada Haluan, Kamis (26/12/2019).

Dijelaskan, sapi yang mati itu milik Kelompok Tani (Keltan) Bina Marga Talao dan yang sedang sakit ada di Keltan Lubuk Beringin Sepakat.

"Kami sudah mendatangi lokasi dan telah diberikan pengobatan serta desinfektan," ujarnya.

Untuk sapi yang dalam kondisi sakit, pihaknya bisa memastikan bisa sembuh karena cepat mendapatkan pengobatan.

Namun, setelah sembuh nanti, sapi tersebut tidak boleh dilepas tapi harus dikandangkan atau dikarantina. "Apabila dilepas atau digabungkan dengan sapi lain, rawan tertular," sebutnya.

Pencegahan dilakukan pada ternak sapi yang sehat supaya tidak tertular penyakit.

Sedangkan pengobatan dilakukan pada ternak sapi yang sakit agar segera sembuh dan penyakitnya tidak menular ke sapi lainnya.

"Tindakan pencegahan dan pengobatan diupayakan untuk menghindari timbulnya kerugian yang besar akibat dari kematian ternak sapi," terangnya.

Bantuan sapi tahun 2019 untuk Keltan di Solsel yang bersumber dari APBD Solsel berjumlah 36 ekor. Diantaranya, 24 sapi bali dan 12 sapi PO. "Dua ekor sapi yang terinfeksi ini merupakan bantuan APBD Solsel," katanya.