Wabah Hepatitis A di Depok, Ini Gejalanya Menurut Kemenkes
Murid SMP 20 di Kota Depok. (Foto: Republika.co.id)

JAKARTA, HALUAN.CO - Taukah Anda bahwa berdasarkan data WHO diperkirakan setiap tahun ada sekitar 1.4 juta pasien Hepatitis A di seluruh dunia. Hepatitis A adalah jenis peradangan pada hati yang disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis A (HAV).

Dikutip dari akun twitter @KemenkesRI, Senin (9/12/2019), bahwa Hepatitis A dapat ditularkan melalui fecal-oral yakni kotoran dan mulut (makanan dan air yang telah terkontaminasi virus HAV). Hepatitis jenis ini bisa sembuh dengan sendirinya tetapi dapat menimbulkan suatu kejadian luar biasa.

Lalu, apa saja gejala Hepatitis A?

Hepatitis A ditandai dengan demam, nafsu makan berkurang, lemas, merasa lelah, mual, muntah, air kencing berwarna teh, kuning pada mata dan kulit, nyeri pada perut bagian kanan atas.

Apakah Hepatitis A bisa dicegah?

Bisa. Caranya dengan memasak air hingga mendidih, membudayakan PHBS, rajin mencuci tangan, membersihkan bahan makanan secara menyeluruh.

Seperti diketahui, penyakit hepatitis A masih menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Terayar, KLB hepatitis A terjadi di Depok, sejak ditemukan pada 12 November 2019, dilaporkan bahwa jumlahnya terus menurun, terakhir pada 28 November 2019 ditemukan 2 kasus.

Total sampai tanggal 3 Desember 2019 tercatat ada 262 gejala klinis Hepatitis A.

Bahkan, Pemkot Depok telah melakukan respon cepat dengan menetapkan KLB Hepatitis A. Selanjutnya dibentuk TGC yg terdiri dari melakukan penyelidikan epidemologi guna mengurangi jumlah penderita, mencegah kematian & memberikan info cepat & akurat.

Faktor risiko penularan Hepatitis A di Depok, yakni penerapan PHBS blm optimal, sarana PHBS belum memadai, belum ada pembinaan & pemeriksaan pd pedagang jajanan di sekolah, pedagang jajanan yg tidak terkontrol pihak sekolah, & kurangnya pengetahuan hepatitis A.

TGC telah melakukan upaya pendampingan, investigasi dan upaya pengendalian KLB Hepatitis A, pengobatan, pembuatan posko kesehatan, penyuluhan di SMPN 20 Depok, Pesantren Petik, kader dan kelompok masyarakat lainnya.

Perlu diwaspadai ya, semua orang berisiko tertular hepatitis A, karenanya ayo jaga kebersihan diri, makanan dan lingkungan. Ingat, mencegah lebih baik dari pada mengobati.

Sementara, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Anung Sugihantono M.Kes mengatakan, sejak ditemukan kasus hepatitis A pada tanggal 12 November 2019 berdasarkan laporan dari petugas Puskesmas Rangkapan Jaya, Depok, jumlah kasus yang dilaporkan terus menurun.

Kasus terakhir ditemukan pada tanggal 28 November 2019 sebanyak 2 kasus. Total kasus sampai dengan tanggal 3 Desember 2019 sebanyak 262 kasus gejala klinis Hepatitis A.

"Sehubungan dengan peningkatan kasus Hepatitis A tersebut, Pemerintah Kota Depok telah merespon cepat dengan melakukan penetapan Kejadian Luar Biasa Hepatitis A," kata Anung dilansir dari laman resmi Kemenkes RI

Mengenai kejadian tersebut, Kementerian Kesehatan RI mulai bertindak dengan melaksanakan surveilans ketat.

Anung menuturkan, Tim Gerak Cepat (TGC) dari Kementerian Kesehatan RI, Dinkes Provinsi Jawa Barat dan Dinkes Kota Depok, masih terus melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE).

Penyelidikan Epidemiologi (PE) merupakan kegiatan yang bertujuan mengatasi masalah kesehatan, utamanya menanggulangi penyakit menular yang sedang terjadi di masyarakat, yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB).

Dalam kasus ini, PE dilakukan untuk mengurangi jumlah penderita dan mencegah kematian, serta mendapatkan informasi cepat, tepat, dan akurat terkait kasus-kasus baru.

"Hasil PE yang dilakukan oleh TGC 3 Desember 2019 telah diketahui jumlah kasus, Kasus Index (Case Index), dan kasus terakhir yang ditemukan," ujarnya.

Kasus Hepatitis A yang ditemukan berjumlah 262 kasus, berasal dari SMPN 20 Depok, masyarakat sekitar sekolah tersebut dan santri Pesantren Petik yang lokasinya dekat SMPN 20 Depok.

Setelah dilakukan PE juga tidak ada laporan kematian. Namun masyarakat diimbau untuk tetap waspada.


Penulis: Milna Miana