Waduh, Warga China Positif Corona Usai Pulang dari Bali, Sempat Naik Garuda dan Lion
Ilustrasi pesawat. (FOTO: Shutterstock)

BEIJING, HALUAN.CO - Seorang warga China dilaporkan positif terinfeksi virus corona jenis baru atau COVID-19 setelah sebelumnya sempat berkunjung ke Bali pada akhir Januari lalu. Ia terbang ke Bali dari Kota Wuhan, tempat terparah penyebaran virus corona, dengan menggunakan maskapai Lion Air JT-2618 pada 22 Januari.

Setelah berada di Bali selama sepekan, ia kemudian melanjutkan perjalanan ke Shanghai dengan menggunakan Garuda Indonesia GA-858 pada 28 Januari.

Warga China tersebut dipastikan terinfeksi virus Corona pada 5 Februari 2020 yang diumumkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Kota Huainan, Provinsi Anhui, pada Rabu (5/2/2020).

Melalui akun resminya di laman Weibo, Pemerintah Provinsi Anhui mengimbau kepada para penumpang maskapai tersebut dengan nomor penerbangan yang sama, untuk segera melakukan tindakan pencegahan.

"Tolong jangan keluar untuk sementara waktu. Dan jika merasa demam, segera pergi ke rumah sakit terdekat," kata Pemerintah Provinsi Anhui yang ditulis di akun Weibo tersebut, Rabu (12/2/2020).

Pemprov Anhui juga mengimbau kepada para penumpang maskapai di nomor penerbangan terkait untuk menggunakan masker saat berpergian, termasuk ke rumah sakit. Selain itu juga diimbau untuk tidak menggunakan kendaraan umum.

Seperti diketahui, wabah virus corona di Wuhan, China, terus merenggut korban jiwa. Sudah ribuan orang meninggal dan puluhan orang terjangkit virus yang kini telah menyebar sedikitnya ke 24 negara di dunia tersebut.

Bahkan, kondisi itu membuat warga China mulai merasa resah dan depresi, karena wabah virus corona yang tak kunjung usai.

Ratusan layanan hotline telepon untuk konseling kesehatan mental terus berdering selama 24 jam di China dalam beberapa pekan terakhir.

Waspada! Kelelawar di Indonesia Juga Bisa Menularkan Virus Corona, Begini Penjelasan Ahli

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri bahkan belum bisa memprediksi akhir dari epidemi virus corona di China. Kendati, dalam beberapa hari terakhir terdapat penurunan jumlah orang yang terpapar virus corona.

Dilansir dari BBC, virus corona telah membunuh lebih dari 1.100 warga China dan menginfeksi lebih dari 44.600 orang. Pemerintah China sudah melaporkan dalam dua minggu terakhir penderita harian terendah 2.015. Jumlah harian terbanyak sempat mencapai 4.000 orang.