Waduk PLTA Koto Panjang Meluap, Tiga Spilway Gate Dibuka

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Waduk PLTA Koto Panjang di Kampar, Riau

PEKANBARU, HALUAN.CO - Akibat curah hujan yang tinggi di wilayah Riau dan Sumatra Barat sejak beberapa hari belakangan ini, menyebabkan waduk PLTA Koto Panjang, di Kabupaten Kampar, Riau meluap.

Hal tersebut memaksa pihak PLTA membuka 3 pintu pelimpahan (spilway gate) waduk tersebut setinggi 30 Cm, mulai Senin (9/12/2019) pukul 15.00 WIB.

Dibukanya tiga spilway gate tersebut, menyebabkan ketinggian air di Sungai Kampar diperkirakan naik 30 sampai 60 cm.

“Kita sudah memberitahukan bahwa akan dibuka spilway waduk PLTA Koto Panjang, dan sudah dibuka 3 pintu setinggi 30 cm. Tentu dengan dibukanya waduk ini akan berdampak naiknya elevasi air Sungai Kampar,” jelas Humas PLN Wilayah Riau Kepri, Fendi Nusantoro, Selasa (10/12/2019) seperti dikutip Haluanriau.co, jaringan Haluan Media Group (HMH) di Pekanbaru.

Terkaitan pembukaan spilway tersebut jelas Fendi, pihaknya sudah menyampaikan surat kepada pemerintah daerah dan masyarakat setempat.


Dia belum memastikan sampai kapan dibukanya spilway gate PLTA Koto Panjang itu karena masih tingginya curah hujan di wilayah Sumbat dan Riau.

“Belum tau berapa lamanya, kita lihat kondisi. Jika nantinya kondisi waduk sudah normal ditutup kembali,” jelasnya.


Status Waspada Banjir

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger menghimbau kepada masyarakat, terutama yang berada di aliran Sungai Kampar, untuk berhati-hati. Mengingat dampak dari dibukanya spilway ini akan menyebabkan naiknya air Sungai Kampar.

“Waduk PLTA Koto Panjang di Kampar sudah dibuka, tentunya diharapkan kepada warga untuk berhati-hati dan selalu waspada terhadap kejadian ini. Terutama warga yang bertempat tinggal ataupun melakukan aktifitas kesehariannya di sekitaran aliran sungai,” jelas Edwar Sanger.

Dikatakan Edwar Sanger, Sungai Kampar sedang dalam status waspada banjir. Selalu waspada dan berhati-hati bagi warga sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) akan kemungkinan terjadinya bencana banjir, tanah longsor ataupun orang tenggelam akibat derasnya arus sungai.

Peningkatan debit air waduk di PLTA Koto Panjang disebabkan oleh tingginya curah hujan yang terjadi di sisi Hulu Waduk PLTA Koto Panjang di wilayah Provinsi Sumatera Barat dan Kampar.

"Masyarakat selalu waspada, dan kita akan selalu memberikan pendampingan serta memantau perkembangan setiap saat. Saat ini rekan-rekan di BPBD Kampar, sudah mengantisipasinya, dan berkoordinasi dengan kita,” kata mantan Pj Walikota Pekanbaru ini.

Untuk diketahui, serial tahun di musim hujan spilway waduk PLTA Koto Panjang selalu dibuka. Bahkan mengakibatkan beberapa daerah terendam banjir, terutama daerah yang dilalui aliran Sungai Kampar.

Dengan ditambah meluapnya air sungai kiriman dari Pangkalan Sumatera Barat, sehingga berdampak besarnya Inflow Unit Layanan PLTA Koto Panjang dan terjadinya peningkatan debit air di Waduk PLTA Kota Panjang.

SOP Pembukaan Pintu Spilway PLTA 82.5 Mdpl baru akan dibuka apabila inflow masuk lebih dari 1000 m3/s. Namun apabila disisi Hulu mengalami banjir dan adanya permintaan dari sisi Hulu maka kebijakan pintu Spilway akan di lakukan pebukaan secara bertahap.


0 Komentar