Wahyu Setiawan Akui Kirim Pesan "Siap Mainkan" ke Agustiani Tio
Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan saat menghadiri sidang DKPP. (Foto: Detik)

JAKARTA, HALUAN.CO - Mantan komisioner Komisi Pemilihan (KPU), Wahyu Setiawan mengakui mengirim pesan "siap mainkan" dalam proses PAW anggota DPR dari PDIP Harun Masiku.

Pesan "siap mainkan" itu dikirim Wahyu Setiawan yang telah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap proses PAW Caleg PDIP itu kepada mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridellina, yang juga disebut Wahyu sebagai utusan PDI Perjuangan.


Namun kalimat "siap mainkan" itu menurut Wahyu bukan berarti dia menyanggupi untuk memuluskan proses PAW Harun Masiku sebagai anggota DPR.

Karena menurut Wahyu Setiawan, istilah "siap mainkan" itu sudah menjadi kebiasaan dirinya dalam berkomunikasi.

"Saya menggunakan istilah, tetapi perlu diketahui, hampir selalu yang berkomunikasi dengan saya, saya sampaikan siap. Mungkin itu disalahkan, tapi saya tidak bermaksud," kata Wahyu dalam sidang pelanggaran kode etik KPU di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Rabu (15/1/2020).

Wahyu menyadari kalimat itu bisa ditafsirkan lain. Ia menjelaskan, kalimat "siap mainkan" dikirimkan ke Agustiani Tio setelah mendapat informasi bahwa surat permohonan PAW dari PDI Perjuangan sudah dikirim ke KPU.

Wahyu mengaku pada saat itu, dia sedang tidak berada di kantor KPU dan tidak pernah memegang fisik surat tersebut. Kemudian dia mengabari kepada stafnya untuk menerima surat dari PDI Perjuangan. Wahyu juga menyanggupi meneruskan surat tersebut ke pimpinan KPU sehingga membalas pesan Agustiani Tio dengan "siap mainkan".

Sebab, seperti hal surat resmi lainnya yang biasa dikirimkan pihak lain kepada KPU akan ditindaklanjuti kepada pimpinan KPU lainnya.

"Saya mengabari ada surat dari PDI-P tolong diterima. Setelah diterima apakah surat ini diteruskan kepada pimpinan ya karena itu surat resmi. Jadi sampai peristiwa itu, saya hanya terima di WhatsApp, tetapi secara fisik saya tidak pernah memegang," kata Wahyu.

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan Komisioner KPU Wahyu Setiawan sebagai tersangka penerimaan suap terkait pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019-2024.

KPK juga turut menetapkan status tersangka terhadap mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, caleg DPR dari PDIP Harun Masiku, dan seorang swasta bernama Saeful.