Wamenag Minta Umat Muslim Tak Lakukan Ziarah Kubur Jelang Ramadan

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ilustrasi ziarah kubur. (FOTO: Antara)

-

AA

+

Wamenag Minta Umat Muslim Tak Lakukan Ziarah Kubur Jelang Ramadan

Nasional | Jakarta

Sabtu, 18 April 2020 12:27 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi, meminta kepada umat Muslim di Indonesia untuk sementara tidak menggelar ziarah kubur menjelang Ramadan 1441 hijriyah. Hal itu dilakukan untuk menghindari penyebaran virus corona atau COVID-19.

Mengapa ini penting: Ziarah kubur merupakan amalan yang baik untuk mengingatkan manusia pada kematian. Namun, kegiatan itu menjadi berbahaya karena berpotensi berkumpulnya manusia di tengah pandemi COVID-19. Padahal, menjaga jarak adalah yang utama dalam mencegah penyebaran virus tersebut.

"Mengingat pandemi COVID-19 kemungkinan belum mereda, maka sebaiknya ziarah kubur jelang Ramadan ditiadakan," kata Zainut yang juga Wakil Ketua Umum MUI, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/4/2020).

Konteks: Ziarah kubur menjadi kegiatan rutin yang dilakukan sejumlah umat Islam ketika menyambut bulan suci Ramadan. Mereka biasanya melakukan ziarah ke makam orang tua, kerabat dan saudara yang telah meninggal dunia.

"Ziarah kubur bisa diganti dengan berdoa dari rumah masing-masing. Insyaallah nilai pahalanya tidak berkurang sedikit pun," ujar Zainut.

Kebiasaan silaturahmi juga dihindari sementara:

  • Kebiasaan silaturahmi jelang Ramadan kepada orang tua yang masih hidup, saudara, kerabat dan teman-teman untuk saling memaafkan sebaiknya dihindari dulu.
  • Kegiatan itu bisa dilakukan melalui media sosial atau media daring mengingat masih ada kebijakan untuk menerapkan pembatasan jarak fisik serta Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Bupati: KRL Jadi Penyebab Maraknya Pasien Positif COVID-19 di Bogor

Anjuran Wamenag:

  • Melakukan beberapa hal di antaranya menata niat yang baik dan menyambut bulan Ramadan dengan ikhlas serta penuh sukacita. Sebab, Rasulullah SAW bersabda bahwa barang siapa yang bergembira dengan datangnya bulan Ramadan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk ke dalam neraka.
  • Sebelum memasuki bulan Ramadan, yaitu bulan Rajab dan Sya'ban sudah mulai melatih diri dengan melaksanakan amalan-amalan sunah, misalnya berpuasa, membaca Alquran, memperbanyak sedekah dan zakat mal atau harta.
  • Khusus untuk mengeluarkan zakat harta pada saat pandemi COVID-19 dianjurkan untuk disegerakan sepanjang sudah memenuhi nisabnya. Sebab, hal itu membantu masyarakat yang terdampak.
  • Begitu pula dengan zakat fitrah sebaiknya dibayarkan pada awal bulan Ramadan dan tidak harus menunggu sampai akhir bulan suci tersebut, ujarnya.

0 Komentar