Wapres KH Ma'ruf Amin Melayat Jenazah KH Ahmad Bagja
Wapres Ma'ruf Amin diantar putra tertua almarhum Ahmad Bagja, Yanuar Prihatin saat meninggal rumah duka. (Foto: Haluan.co)

BEKASI, HALUAN.CO - Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin melayat jenazah tokoh Nadhlatul Ulama (NU) KH Ahmad Bagja, di rumah duka, Jalan Batu Wulung No 153, Perumahan Villa Mas Garden Blok D, Bekasi Utara, Kamis (6/2/2020).

Mantan Sekjen PBNU di era Ketua Umum Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu wafat Kamis (6/2/2020) dinihari, di RS Jakarta Medical Center (JMC), Warung Buncit Jakarta Selatan.

Ma'ruf Amin bersama istri tiba di rumah duka sekitar pukul 06.40 Wib dan disambut putra tertua almarhum Yanuar Prihatin yang juga Anggota DPR RI dari Fraksi PKB. Wapres berada di rumah duka sekitar 15 menit.

Sehari sebelumnya, Rabu (5/2/2020), Wapres Ma'ruf Amin juga membezuk KH Ahmad Bagja yang sedang menjalani perawatan di RS Jakarta Medical Center.

"Bapak sempat dirawat satu hari karena ada penyempitan pembuluh darah dan Kamis dinihari sekitar pukul 01.09 Wib beliau berpulang," jelas Aditya Candra, putra kedua almarhum kepada Haluan.co.

Hingga berita ini diturunkan, sedang dilakukan pemandian jenazah. Menurut rencana, dari rumah duka, almarmuh disholatkan di Mesjid Raudhatul Jannah, di Komplek Perumahan Villa Mas Garden yang tidak jauh dari rumah duka.

Selesai disholatkan, jenazah almarhum akan dibawa ke PBNU untuk disemayamkan dan disholatkan kembali.

Dari PBNU, jenazah diberangkat ke Cirebon Jawa Barat untuk dimakamkan pemakaman keluarga.

KH. Ahmad Bagja lahir di Kuningan, Jawa Barat tahun 1945. Sejak muda, almahum aktif dalam organisasi Nahdlatul Ulama (NU).

Semasa hidupnya, almarhum pernah menduduki posisi penting dalan organisasi NU dan di pemerintahan pernah menjadi Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA).

Almarhum tercatat sebagai Ketua Umum PMII periode 1977-1981, Ketua Umum Dewan Mahasiswa IKIP Jakarta, Ketua Badan Koordinasi Senat-senat Mahasiswa IKIP se-Indonesia (1970), dan Sekjen PBNU pada periode kedua kepengurusan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tahun 1989-1994.

Almarhum KH Ahmad Bagja dikenal dengan pemikiran-pemikirannya yang ingin agar NU tetap maju.