Waspada! Virus Corona Semakin Mendekati Indonesia
Tim medis di China dikerahkan ke Wuhan (Foto: Xinhua)

JAKARTA, HALUAN.CO - Penyebaran virus corona jenis baru atau yang lebih dikenal dengan 2019-nCoV semakin mendekati wilayah Indonesia itu.

Hal tersebut terbukti dengan ditemukannya kasus virus corona di dua negara yang bertetangga dekat dengan Indonesia, yaitu Singapura dan Malaysia.

Di Singapura sendiri, hingga data terakhir hari Minggu (9/2/2020), sudah ditemukan 40 kasus positif virus corona.

Kementerian Kesehatan Singapura telah meningkatkan penilaian risiko Disease Outbreak Response System Condition (DORSCON) dari warna kuning menjadi warna oranye.

Penetapan ini didasari atas terkonfirmasinya tambahan kasus yang terinfeksi 2019-nCoV di Singapura serta adanya fakta bahwa beberapa kasus infeksi tersebut bersifat lokal yang tidak memiliki hubungan dengan kasus sebelumnya atau tidak memiliki riwayat perjalanan ke China

Dengan penetapan indikator DORSCON menjadi warna oranye tersebut, wabah 2019 novel coronavirus (2019-nCoV) telah dikategorikan sebagai virus yang berbahaya sehingga pemerintah Singapura akan melakukan berbagai langkah penanganan dan pencegahan guna mengurangi risiko transmisi virus lebih lanjut.

Sedangkan di Malaysia sampai Senin (10/2/2020), ditemukan 18 kasus positif terinfeksi virus corona.

Jarak antara kedua negara tersebut dengan Indonesia begitu dekat. Contohnya saja antara Batam dan Singapura, jika diambil garis lurus hanya berjarak sekitar 32 km.

Jika menggunakan kapal ferry penyeberangan, hanya bisa di tempuh dengan waktu lebih kurang satu jam.

Begitu juga dengan jarak antara Malaysia dengan pelabuhan lainnya di daerah Sumatera, seperti Dumai, Riau.

Tentu saja perkembangan terakhir virus corona di kedua negara tetangga itu banyak sedikitnya membuat kekhawatiran bagi kita.

Kekhawatiran itu bukan dekatnya jarak antara kedua negara itu dengan Indonesia, tapi banyak jalur pelabuhan tikus yang tidak terdeteksi masuknya orang dari kedua negara itu.

Untuk pelabuhan besar mungkin sudah tidak perlu dikhawatirkan. Pemerintah sudah memasang pendeteksi suhu tubuh atau thermal scanner setiap orang yang datang dari kedua negara tersebut.

Bagaimana dengan pengawasan di pelabuhan-pelabuhan kecil atau pelabuhan tikus yang selama ini banyak dijadikan jalur penyeludupan barang haram dari kedua negara tersebut?

Ini hanya sekedar mengingatkan saja. Tentu saja bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya berangkat ke kedua negara itu secara ilegal ingin menyelamatkan diri dari serangan virus yang telah membunuh 900 orang lebih itu.

Mereka sudah pasti tidak mungkin kembali ke Indonesia dengan jalur resmi melalui pelabuhan besar. Mereka tentu berusaha melalui jalur ilegal lewat pelabuhan-pelabuhan tikus yang ada. Tentu ini yang perlu diwaspadai oleh pemerintah.

Singapura Level Orange, Warga Batam Diminta Tak Pergi ke Kota Singa Itu

Hingga sekarang memang virus corona itu belum masuk ke Indonesia berkat kesigapan pemerintah dalam mengantisipasinya dengan mengeluarkan beberapa kebijakan, seperti menghentikan sementara penerbangan dari Indonesia ke China dan sebaliknya.

Tentu kita semua berharap, virus yang menakutkan itu jangan sampai masuk ke wilayah Indonesia.