WHO Anggap Virus Corona Bukan Pandemi, Ini Alasannya

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Tim medis terus dikerahkan ke Kota Wuhan (Foto: Xinhua)

JAKARTA, HALUAN.CO – Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyebut wabah virus corona (2019-nCoV) bukanlah suatu pandemi.

Hal itu diungkapkan Direktur Departemen Manajemen Penyakit Menular WHO, Dr Sylvie Briand meski hingga saat ini, Kamis (6/2/2020), virus corona telah menginfeksi sekitar 28.018 orang di 28 negara dan 563 di antaranya meninggal dunia.

“Kita sedang tidak berada dalam situasi pandemi,” kata Sylvie seperti dikutip dari CNN.

Dijelaskan, pandemi merupakan penyebaran penyakit jenis baru yang terjadi di seluruh dunia. Namun, tidak sembarangan wabah penyakit bisa dikategorikan ke dalam pandemi, sebab perlu memperhatikan beberapa faktor seperti jumlah populasi yang tertular dan tingkat keparahan dari penyakit.

Menurut WHO, pandemi terakhir yang dilaporkan adalah wabah H1N1 pada 2009, yang telah menewaskan ratusan ribu orang di seluruh dunia. Para ahli pun percaya bahwa wabah virus corona 2019-nCoV belum mencapai tingkat pandemi.

“Virus ini telah menyebar ke berbagai benua, tetapi infeksi yang dilakukan tampaknya masih hanya dalam tahap darurat,” kata Paul Digard, ketua virologi The Roslin Institute, di University of Edinburgh, Inggris.

“Kecuali kalau sampai terbukti virus ini berdampak pada rantai transmisi yang luas ke banyak negara lain, dan saya pikir masuk akal untuk tetap menyebutnya sebagai wabah,” lanjutnya.

Pemerintah Cabut Sementara Bebas Visa bagi Warga Negara China

Peneliti senior dalam bidang kesehatan global, dari University of Southampton, Inggris, Dr Michael Head mengatakan walaupun virus corona ini telah menginfeksi di berbagai negara, jumlah kasus penularan yang terjadi di luar China masih terbilang sedikit.

“Jadi belum cukup bagi Organisasi Kesehatan Dunia untuk menyatakan pandemi,” pungkas Michael.


Penulis: Neni Isnaeni


0 Komentar