WHO: Pandemi COVID-19 Masih Jauh dari Kata Selesai
Seorang warga yang mengenakan masker melintas di samping videotron yang mengampanyekan soal COVID-19. (FOTO: Haluan.co/Fajar AM)

JAKARTA, HALUAN.CO - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali mengingatkan kepada semua negara bahwa pandemi virus corona atau COVID-19 yang melanda negara-negara di dunia masih jauh dari selesai.

Untuk itu, negara-negara di dunia harus terus menemukan, mengisolasi, mengetes dan merawat setiap kasus serta melacak setiap kontak untuk memastikan terjadinya tren penurunan kasus COVID-19.

Mengapa ini penting:

• WHO masih prihatin terjadinya peningkatan kasus COVID-19 di sejumlah negara di Afrika, Eropa Timur, Amerika Latin dan beberapa negara di Asia.

• Banyak kasus yang tidak terlaporkan di wilayah tersebut disebabkan rendahnya kapasitas melakukan pemeriksaan.

"Saya ulangi, pandemi jauh dari selesai," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam konferensi pers secara live streaming, Senin (27/4/2020) malam.

Konteks:

• Sejumlah negara melaporkan penurunan kasus COVID-19 secara signifikan. Setidaknya ada 10 negara yang melaporkan mulai meredanya kasus COVID-19. Bahkan, mereka sudah melonggarkan penerapan lockdown.

• Negara yang sudah melonggarkan lockdown itu yakni Italia, Denmark, Republik Ceko, Jerman, Cina, Vietnam, Australia, Selandia Baru, Israel, dan Austria.

Terus berikan dukungan:

• WHO memastikan akan terus memberikan dukungan peningkatan kapasitas dan menyuplai peralatan uji COVID-19 melalui penerbangan solidaritas, dan lebih dari 40 negara di Afrika akan menerimanya.

• Mengirim alat pelindung diri (APD) ke sekitar 105 negara dan perlengkapan laboratorium ke sekitar 127 negara. Bantuan-bantuan tersebut akan mulai dikapalkan minggu depan.

• WHO berkomitmen melakukan apa saja untuk membantu, namun dirinya juga mengingatkan dukungan politik dan peran parlemen juga sangat penting bagi satu negara untuk dapat melawan pandemi COVID-19 tersebut.

"Besok saya akan berpartisipasi dalam webminar parlementarian yang dilakukan PBB untuk memperkuat kesiapsiagaan dan ketahanan menghadapi wabah ini," kata Tedros.

Upaya mencegah wabah berikutnya:

• Untuk dapat mencegah wabah berikutnya, persatuan nasional menjadi dasar untuk solidaritas berikutnya.

• Pentingnya vaksin untuk mengontrol virus tersebut. Keberhasilan mengembangkan vaksin dan obat yang efektif untuk Ebola mengingatkan semua pentingnya nilai dari kolaborasi nasional dan internasional untuk mengembangkan vaksin COVID-19.

Merayakan Hidup, Merayakan Puisi

Vaksin COVID-19 dipercepat:

• Pengembangan vaksin untuk COVID-19 dipercepat karena WHO dan sejumlah rekan sudah melakukan pengembangan vaksin untuk virus corona lainnya termasuk SARS dan MERS. Impak dari SARS-CoV-2 tersebut sangat menjadi perhatian untuk pelayanan kesehatan lainnya, terutama untuk anak-anak.

• Angka kerentanan anak-anak tertular COVID-19 dan menyebabkan kematian memang lebih rendah. Namun, anak-anak memiliki risiko tinggi dari penyakit lainnya yang dapat dicegah melalui vaksin.

• Masih ada 13 juta anak seluruh dunia yang terlewat dari vaksinasi. Dan angkanya akan meningkat karena COVID-19. Kampanye vaksin polio telah ditunda, di beberapa negara imunisasi rutin sedang dihentikan.

• Bahkan ketika pelayanan vaksin beroperasi, beberapa orang tua dan walinya menghindari membawa anak-anak mereka untuk divaksinasi karena pertimbangan COVID-19.


0 Komentar