WHO Umumkan Uji Coba Tiga Vaksin Corona, 70 dalam Pengembangan
Ilustrasi COVID-19. (FOTO: Shutterstock)

JAKARTA, HALUAN.CO - Organisasi Kesehatan Dunia mengumumkan tiga vaksin virus corona atau COVID-19 telah masuk tahap uji coba klinis. Selain itu, kata Direktur Jenderal WHO dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, lebih dari 70 vaksin saat ini sedang dalam pengembangan. 

Mengapa ini penting: Vaksin COVID-19 saat ini sedang ditunggu-tunggu oleh seluruh masyarakat dunia untuk mengembalikan kehidupan kembali menjadi normal. Pasalnya, pandemi COVID-19 telah membuat kehidupan berbeda. Kebanyakan warga dunia bahkan berada dalam kondisi lockdown oleh kebijakan negaranya masing-masing.

"Kami bekerja sama dengan sejumlah mitra untuk mempercepat pengembangan, produksi dan distribusi vaksin," kata Ghebreyesus seperti disiarkan laman resmi WHO, yang dipantau pada Kamis (16/4/2020).

Konteks:

Berbagai negara dan perusahaan saat ini tengah berburu mengembangkan vaksin virus corona atau COVID-19. Salah satu pihak yang getol mengembangkan COVID-19 adalah Bill Gates. Dia mendanai berbagai perusahaan untuk menemukan obat COVID-19.

Bill Gates memprediksi perawatan terapi untuk penderita corona akan mulai tersedia dalam enam bulan. Akan tetapi dibutuhkan waktu sedikitnya 18 bulan untuk mengembangkan vaksin aman dan efektif mencegah COVID-19.

"Ada pendekatan bernama vaksin RNA di mana pihak seperti Moderna, CureVac dan lainnya menggunakannya, yang pada tahun 2015 kami identifikasi sangat menjanjikan untuk pandemi ataupun aplikasi lainnya," kata Bill Gates.

WHO uji coba obat-obatan:

  • WHO tengah menguji coba sejumlah obat yang diyakini dapat menyembuhkan pasien COVID-19. Namun sampai hari ini, belum ada kesimpulan pasti yang menerangkan keampuhan obat karena proses uji coba masih berjalan.
  • Lebih dari 90 negara bergabung atau menyampaikan minatnya bergabung dengan Solidarity Trial, dan lebih dari 900 pasien ikut serta dalam uji coba tersebut.
  • Sejumlah obat yang diuji coba, di antaranya Remdesivir; Lopinavir/Ritonavir; Lopinavir/Ritonavir dengan Interferon beta-1a; dan Chloroquine atau Hydroxychloroquine (obat anti-malaria), demikian keterangan WHO dalam laman resminya.

Strategi penggunaan ventilator: Sejumlah ahli kesehatan WHO tengah menyusun strategi penggunaan ventilator atau alat bantu pernapasan guna mengatasi persediaan alat yang tidak sebanding dengan jumlah pasien.

"Penting karena langkah itu dapat menyelamatkan nyawa pasien," terang direktur jenderal WHO itu.

Waduh, 46 Tenaga Medis di RSUP Kariadi Semarang Positif COVID-19

Solidarity Flight:

  • Di samping Solidarity Trial, WHO juga meluncurkan program Solidarity Flight yang bertujuan mengirim perlengkapan medis ke 95 negara. Program itu turut bekerja sama dengan misi yang diemban oleh lembaga PBB lainnya, antara lain Program Pangan Dunia (WFP), Dana untuk Anak-Anak PBB (UNICEF), Dana Global (The Global Fund​​​​​​​), dan Departemen Dukungan Operasional PBB.
  • WHO telah menghimpun dana Solidarity Response Fund​​​​​​​ hampir 150 juta dolar AS (sekitar Rp2,35 triliun) yang akan digunakan membantu penanggulangan COVID-19. Donasi itu diperoleh dari 240.000 individu dan lembaga dari berbagai negara di dunia.
  • Demi meningkatkan jumlah dana, WHO bersama sejumlah penyanyi akan menggelar acara konser amal dari rumah pada Sabtu minggu ini.

0 Komentar