Wibawa KPU dalam Kondisi Kritis
Ilustrasi penyuapan (Haluan.co)

JAKARTA, HALUAN.CO - Pakar Politik dan Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus merasa kecewa dengan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan yang kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dengan ditangkapnya Wahyu Setiawan oleh KPK menurut dia, membuat dengungan perjuangan idealisme dan integritas KPU selama ini menjadi hambar.

"Saya prihatin dan sekaligus marah. Idealisme yang sempat didengungkan KPU, yang diperjuangkan begitu semangat oleh KPU, melarang napi koruptor maju pilkada dan legislatif menjadi sangat hambar. Kini para pejuang itu nyata menjadi bagian dari masalah, itu yang terasa sekarang," ujar Lucius Karus dalam obrol Tajuk Utama Pro3 RRI, dengan topik "Juri Pemilu Tersandung OTT KPK, Pemilu Bebas Korupsi Tersandera" Kamis (9/1/2020).

Lucius menyebut, meski nantinya secara keseluruhan tidak akan mengganggu proses penyelenggaraan Pilkada 2020, namun kondisi kritis tersebut setidaknya akan berefek terhadap runtuhnya wibawa KPU.

"Wibawa KPU dalam kondisi kritis. Pasti ada efeknya, walaupun kasus perorangan, sulit untuk kemudian memisahkan dengan lembaganya, sangat mungkin kasus ini terkait dengan kewenangan komisioner," ungkapnya.

Dengan demikian, dalam proses Pilkada nanti kata Lucius, KPU tidak akan memiliki kekuatan maksimal untuk mengimbau para peserta untuk menjaga integritas.

Suap KPU Seret Dua Anak Buah Hasto Kristiyanto

"Misalnya nanti saat memastikan proses penyelenggara Pilkada, KPU mengimbau calon yang maju untuk berintegritas bermartabat. Kemudian peserta akan mengatakan KPU sudah berwibawa atau belum, kemudian mendesak juga untuk berintegritas," pungkasnya.