Wiranto Minta OSO Mundur dari Ketua Umum Hanura

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Wiranto dan Oesman Sapta. (Foto: Ist)

JAKARTA, HALUAN.CO - Wiranto selaku Ketua Dewan Pembina DPP Partai Hanura meminta Oesman Sapta Odang atau OSO untuk mundur dari jabatan Ketua Umum Hanura.

Dimintanya OSO mundur sebagai Ketua Umum Hanura itu tertuang dalam surat Dewan Pembina Hanura bernomorkan B/01/Dewan Pembina- Partai HANURA/XII/2019 yang ditandatangani Wiranto.

Latar belakang keluarnya surat Dewan Pembina Partai Hanura dengan perihal Permintaaan Pengunduran Diri Oesman Sapta Odang (OSO) dari jabatan Ketua Umum Hanura itu, terkait dengan fakta integritas yang ditandatangani OSO pada tanggal 21 Desember 2016 sebagai syarat pencalonannya sebagai Ketua Umum Partai Hanura.

Dalam Pakta Integritas tersebut, seperti dijelaskan Ketua DPP Partai Hanura Tien Aspasia, OSO berjanji menjamin penambahan kursi Partai Hanura di DPR RI dari jumlah sebelumnya dan bila di kemudian hari ternyata OSO tidak memenuhi maka secara ikhlas dan tulus bersedia mengundurkan diri dari kursi ketua umum.

Penandatanganan Pakta Integritas tersebut juga disaksikan Jenderal TNI (Purn) Subagyo HS dan Jenderal Pol (Purn) Dr Chairuddin Ismail.

"Dari isi Pakta Integritas tersebut, jelas mengikat Saudara Oesman Sapta Odang dengan konsekuensinya. Sekarang kondisi Partai Hanura tidak lolos parliamentary thershold (PT) dengan tidak ada kursi di DPR RI," kata Tien, dilansir Sindo, Minggu (15/12/2019).

Bukan itu saja, Dewan Penasehat DPP Partai Hanura yang diketuai Subagyo HS dalam Surat Nomor B/01/Dewan Penasehat Partai HANURA/XII/2019 dan Surat Dewan Kehormatan Chairuddin Ismail menyatakan sudah cukup alasan hukum bagi Wiranto selaku Ketua Dewan Pembina DPP Partai Hanura untuk menerima atau mengabulkan permohonan pengunduran diri OSO dari Ketua Umum Partai Hanura.

"Surat Dewan Penasihat DPP Partai Hanura tersebut kemudian disetujui oleh Bapak Jenderal TNI (Purn) Dr H Wiranto, SH, MM. Sebagai Ketua Dewan Pembina, Wiranto meminta sikap kenegarawanan dan sportivitas OSO untuk memenuhi janjinya.

"Sebenarnya enggak perlu diminta, karena sebagai seorang negarawan itu yang dipegang adalah janjinya, perkataannya dan budaya malu. Ini juga merupakan contoh tauladan kader yang dipimpinnya. Sudahlah, gak ada lagi alasan Oesman Sapta untuk tidak mundur," tuturnya.

Tien Aspasia juga mengimbau kepada semua kader, dari pusat sampai daerah untuk berpikir rasional sesuai hati nurani bahwa dorongan agar OSO mundur merupakan konsekuensi logis. "Yakinlah bahwa surat Dewan Pembina itu adalah upaya menyelamatkan partai," katanya.

Menurutnya, hal yang menjadi prioritas utama Wiranto yaitu segera mungkin membenahi Partai Hanura karena tidak lama lagi ada momentum Munas yang berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai digelar pada Februari 2020.


0 Komentar