WNA di Sumbar, 22 Ditolak dan Tiga Dideportasi
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Padang, Elvi Sahlan ketika memberikan keterangan pers akhir tahun 2019, di Padang, Selasa (31/12/2019). (Foto: Ist)

PADANG, HALUAN.CO - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Padang, Sumatera Barat sepanjang 2019 telah menolak kedatangan 22 Warga Negara Asing (WNA) dan tiga orang dideportasi.

"Sepanjang 2019 ada 22 WNA yang ditolak kedatangannya masuk ke Indonesia melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM)," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Padang, Elvi Sahlan ketika memberikan keterangan pers akhir tahun 2019, di Padang, Selasa (31/12/2019).

Ke 22 orang asing yang ditolak tersebut terdiri dari enam orang warga negara Malaysia, enam orang China, lima orang dari Thailand, dua orang Bangladesh, dua orang Australia dan satu orang warga negara Amerika Serikat.

Penolakan kedatangan 22 WNA itu merupakan tugas imigrasi dalam menyeleksi WNA yang masuk ke Indonesia. Mereka dipulangkan kembali ke titik keberangkatan semula.

Alasan penolakan tersebut yaitu mereka yang datang untuk berwisata namun tidak memiliki pendamping, dan tujuan kedatangan tidak jelas.

Kemudian ada juga karena paspor rusak, dan masa berlaku paspor yang kurang dari enam bulan.

Karena itu dia meminta kepada maskapai untuk memperhatikan ketentuan masa berlaku paspor yang kurang dari enam bulan tersebut.

Sedangkan tiga WNA yang dideportasi itu berasal dari Arab Saudi (overstay), Amerika Serikat (penyalahgunaan izin tinggal) dan Malaysia (overstay).

"Angka tersebut menurun jika dibandingkan tahun lalu, dimana ada 11 WNA yang kami deportasi," ungkapnya.

Dia juga mengungkapkan, jumlah kedatangan di Bandara Internasional Minangkabau dari luar negeri pada 2019 sebanyak 125.302 orang.

Dengan rincian Warga Negara Indonesia (WNI) sebanyak 68.533 dan WNA sebanyak 56.769 orang.

Sedangkan data keberangkatan sebanyak 110.982 orang dengan rincian 69.076 WNI, dan 41.906 WNA.

Dari data tersebut diketahui bahwa WNA yang paling banyak datang berasal dari negara Malaysia, Australia, Amerika Serikat, Singapura, dan Prancis.

Imigrasi Padang menerbitkan sebanyak 35.895 paspor pada 2019, meningkat dibandingkan 2018 dengan jumlah 33.362 dokumen.