Wuhan China Seperti Kota Zombie, Warga Ambruk di Jalanan karena Virus
Warga memakai masker bedah. (FOTO: (AP Photo/Dake Kang)

BEIJING, HALUAN.CO - Virus Corona menjadi momok yang menakutkan bagi warga di dunia saat ini. Virus 2019-nCoV, jenis baru dari coronavirus itu muncul dan menyebar pertama kali di Kota Wuhan, China. 

Kini, Kota Wuhan diisolasi karena kekhawatiran penyebaran virus tersebut. Bahkan, kota itu kini dijuluki sebagai zombieland.

Julukan zombieland bagi Wuhan itu muncul dari media barat lantaran suasana kota itu yang kini mencekam dan mengerikan. Orang-orang terinfeksi virus Korona menjadi seperti zombie karena ambruk di jalan-jalan maupun di dalam gedung.

Suasana Kota Wuhan itu terlihat dari salah satu unggahan video di Instagram yang menunjukkan petugas medis di Wuhan mengenakan jas hazmat dan masker gas dan terlihat seorang pria yang ambruk di lantai. Petugas itu kemudian mendekati pria yang ambruk tersebut.

Pria itu disebut-sebut kehilangan kesadaran dan pingsan saat mengantre untuk memperoleh dokumen.

Mewabahnya virus Corona di China itu membuat Negeri Tirai Bambu tersebut benar-benar kewalahan. Bahkan, pemerintah China sampai membuat rumah sakit khusus untuk menampung para korban virus tersebut.

Seperti dilaporkan NHK mengutip media resmi pemerintah China CCTV, pemerintah tengah ngebut membangun rumah sakit baru khusus untuk merawat warga yang terinfeksi virus Corona.

"Media resmi China menyatakan Kota Wuhan kini bersegera membangun rumah sakit besar untuk merawat pasien pneumonia yang diyakini diakibatkan virus korona baru. Media pemerintah Cina, CCTV menyiarkan video pada hari Jumat (24/01/2020) yang menunjukkan banyak alat berat sedang bekerja di sebidang lahan luas, laporan NHK.

Vietnam Konfirmasi Dua Warga China Terinfeksi Virus Corona

CCTV mengatakan, rumah sakit itu akan memiliki 1.000 ranjang dan otoritas berencana merampungkan konstruksinya selambatnya 3 Februari. Dilaporkan bahwa sejumlah institusi medis di Wuhan mengalami kelebihan pasien.

Penularan telah menyebar ke sebagian besar wilayah negara itu. Komisi Kesehatan Nasional pada hari Jumat mengatakan bahwa jumlah orang yang tertular naik menjadi 830, dengan 25 orang meninggal.

Otoritas kesehatan di Provinsi Heilongjiang mengatakan, satu orang meninggal akibat tertular, menjadikan jumlah korban meninggal menjadi 26 orang.