Yasonna Bicara soal Perbedaan Tanjung Priok dan Menteng, Anggota DPR Ini Bereaksi

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Menkumham Yasonna Laoly. (FOTO: Antara)

-

AA

+

Yasonna Bicara soal Perbedaan Tanjung Priok dan Menteng, Anggota DPR Ini Bereaksi

Nasional | Jakarta

Jumat, 17 Januari 2020 19:26 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Anggota DPR RI yang berasal dari Tanjung Priok, Jakarta Utara, Ahmad Sahroni, bereaksi atas pernyataan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly, yang membedakan antara Tanjung Priok dengan wilayah Menteng. 

Yasonna saat berkunjung ke Lapas narkotika Kelas IIA Jatinegara, Jakarta, pada Rabu (16/1/2020) kemarin, berbicara soal kemiskinan yang menjadi sumber kriminalitas.

Yasonna menyebut, anak yang lahir dari kawasan Tanjung Priok yang terkenal keras dan Menteng yang terkenal sebagai kawasan elit akan tumbuh besar dengan cara berbeda.

Ahmad Sahroni pun mengingatkan Yasonna agar berhati-hati dalam memberikan pernyataan sebagai menteri.

“Pak Yasonna harus lebih bijak dalam menyampaikan statement, karena beliau ini kan Menkumham, pernyataan seperti ini kurang cakap muncul dari seorang Menkumham. Memang benar banyak kriminal muncul dari wilayah yang miskin, namun tidak boleh generalisasi. Tidak semua anak Tanjung Priok seperti itu,” kata Sahroni dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/1/2020).

Sahroni menegaskan, dirinya yang sebagai anak asli Tanjung Priok memang tumbuh besar di lingkungan yang keras. Namun, menurutnya, hal itu tak membuatnya terjerumus ke hal-hal negatif.

“Saya berasal asli dari Tanjung Priok, lahir dan besar di sini dengan kawasan daerah preman, namun hal ini bukan berarti saya preman. Jadi tidak bisa digeneralisasi atas asal daerahnya, tapi balik lagi ke individunya masing-masing," tegas Sahroni.

Cabut Subsidi Elpiji 3 Kg Bukti Pemerintah Makin Sewenang wenang

Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly meyakini bahwa kemiskinan adalah sumber tindakan kriminal. Untuk itu, menurutnya, semua pihak harus membantu menyelesaikan masalah tersebut.

Ia kemudian mencontohkan dua anak yang lahir dan besar di dua kawasan yang berbeda, yakni Menteng dan Tanjung Priok. Menurutnya, jika anak yang lahir dari kawasan Tanjung Priok yang terkenal keras dan sering terjadi tindak kriminal akan melakukan hal serupa di masa depan.

“Yang membuat itu menjadi besar adalah penyakit sosial yang ada. Itu sebabnya kejahatan lebih banyak terjadi di daerah-daerah miskin. Slum areas (daerah kumuh), bukan di Menteng. Anak-anak Menteng tidak, tapi coba pergi ke Tanjung Priok. Di situ ada kriminal, lahir dari kemiskinan,” katanya.


0 Komentar