Di Harinya Tuberkulosis Kalah Pamor
Illustrasi bakteri tuberkulosis dan virus corona yang menyerang paru-paru manusia

Tuberkulosis atau dikenal juga dengan TBC merupakan salah satu penyakit mematikan di dunia. Dikutip dari kaltimkece, Indonesia menempati posisi ketiga penderita tuberkulosis terbanyak di dunia. Tuberkulosis menyerang saluran pernafasan yang disebabkan dari mycobacterium yang berkembang biak dalam tubuh. Infeksi bakteri ini biasanya menyebar melalui pembuluh darah dan getah bening tapi yang paling utama menyerang paru-paru.

Tuberkulosis merupakan penyakit yang menular. Orang yang terkena TBC akan menularkan penyakitnya kepada orang lain melalui dahak dan liur pada saat penderita bersin. Orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah rentan tertular penyakit ini. Hari ini 24 Maret 2020 merupakan Hari Tuberkulosis Sedunia. Hal tersebut merupakan bentuk penghargaan kepada Roberc Koch, seorang ilmuan yang menemukan penyebab penyakit tuberkulosis.

Namun di hari peringatannya, masyarakat dunia sekarang lebih memberikan perhatian pada virus corona. Padahal jika kita bandingkan, TBC juga termasuk pandemi mematikan dan menular. Tingkat kematiannya juga tinggi. Dikutip dari kementrian Kesehatan Indonesia, di Indonesia tingkat kesembuhan masyarakat terhadap Tuberkulosis masih terbilang mengkhawatirkan. Menurut Koordinator Comunity TBC-HIV Care Aisyiyah Sub Purbalingga, Imam Nur Faozi, di Purbalingga tingkat kesembuhan penderita TBC masih jauh lebih rendah dari tingkat kesembuhan nasional . Hal tersebut sangat perlu diperhatikan karena akan mempengaruhi penularan penyakit TBC.

Tuberkulosis dan corona sama-sama menyerang paru-paru. Bedanya tuberkulosis diakibatkan oleh bakteri sedangkan corona disebabkan oleh virus. Ketakutan masyarakat lebih kepada virus corona dibandingkan tuberkulosis, karena waktu kematian pasien yang terinveksi corona lebih singkat dibandingkan tuberkulosis.

Semoga di Hari tuberkulosis ini, masyarakat sadar dan juga memberikan perhatian yang serius akan penyakit ini!.