Konsep Erick Thohir, Superholding Diganti Jadi Unit Usaha

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membatalkan konsep Super Holding BUMN yang digagas oleh Menteri BUMN di periode sebelumnya, Rini Soemarno. Ia menilai, strategi yang seharusnya dilakukan bukan Superholding namun lebih ke subholding. Sehingga perusahaan-perusahaan BUMN akan dikelompokan sesuai kegiatan dan unit usahanya. 

"Bisnis model harus diperbaiki. Jadi Superholding kita ubah konsepnya. Jadi Subholding jadi unit usaha," kata dia di Ruang Rapat Komisi VI DPR RI dalam Rapat Kerja membahas Penyertaan Modal Negara (PMN) BUMN untukrealisasi 2019 dan rencana 2020 Kompleks Senayan, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Ia menjelaskan, setelah banyak melakukan pantauan langsung strategi yang di gadang-gadang oleh Rini Soemarno tersbeut kurang tepat untuk menggejot produktivitas perusahaan plat merah di dalam negeri. Misalnya, kata Erick, ia tidak akan membuat holding untuk Pelindo I-II-III dan IV. Empat BUMN tersebut akan diubah sesuai dengan unit usaha. Sehingga di kemudian hari pengurusan pelabuhan bukan dilakukan per wilayah namun per sektor usaha.