Selamat Bertugas, Prof. Yuliandri

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI (Mendikbud), Nadiem Makarim resmi melantik Yuliandri, sebagai Rektor Universitas Andalas (Unand) periode 2019-2023 di Jakarta Senin (25/11/2019).

Nadiem Makarim mengucapkan terima kasih atas pengabdian, prestasi dan kerja keras Prof. Dr. Tafdil Husni, SE, MBA yang telah menyelesaikan masa tugas dengan baik sebagai Rektor Universitas Andalas Periode 2015-2019. 

Nadiem juga mengucapkan selamat bertugas kepada Prof. Dr. Yuliandri, SH, MH yang baru dilantik atas amanah yang diemban demikian berat untuk membangun Indonesia.

"Tugas rektor memang melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tapi yang terpenting adalah bagaimana rektor mampu mencetak pemimpin masa depan," ucap Nadiem dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (26/11/2019).

Nadiem juga mengingatkan agar rektor bisa melakukan inventarisasi program studi yang tidak terserap oleh dunia kerja, sehingga lulusan tidak banyak menganggur, proaktif menyikapi perkembangan teknologi dan perkembangan industri.

"Serta segera melakukan penyederhanaan birokrasi yang dinamis dan profesional dan mengajak bersama-sama membangun masa depan bangsa," pesan Nadiem.

Guru Besar Fakultas Hukum Unand ini terpilih sebagai rektor dalam pemilihan senat dan menteri, Rabu (26/6/2019). 

Yuliandri yang memperoleh 68 suara mengungguli calon petahana Tafdil Husni yang meraih 40 suara. Sedangkan calon lainnya Hairul Abral raih 7 suara.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unand, Werry Darta Taifur yang turut hadir dalam pelantikan tersebut mengatakan, dalam pelantikan Mendikbud Nadiem berpesan kepada rektor baru, agar bisa menghasilkan pemimpin bangsa.

Lalu, rektor diminta untuk mengevaluasi prodi-prodi yang tidak diserap dunia kerja atau yang menciptakan pengangguran. Nadiem juga meminta untuk menyederhanakan birokrasi.

"Proaktif mengikuti dan menerapkan perkembangan tekonologi dan meningkatkan kerjasama untuk membangun bangsa," tulis Werry lewat akun Facebook pribadinya.

Mantan Dekan Fakultas Hukum Unand ini adalah kelahiran Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar 18 Juli 1962. Ia dikenal sebagai dosen yang disiplin, rajin dan ramah.

Alumnus doktoral Universitas Airlangga itu merupakan ahli di bidang perundang-undangan. Ia dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Perundang-Undangan pada Juli 2009 lalu, dan merupakan guru besar kedua di Tanah Air untuk bidang tersebut.

Pada 2015 lalu, ia pernah diajukan presiden sebagai calon hakim konstitusi di Mahkamah Konstitusi (MK) bersama I Dewa Gede Palguna menggantikan Hamdan Zoelva. Namun, kemudian Presiden Joko Widodo memilih Palguna.

Selain itu, ia juga ditunjuk menjadi Wakil Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Pemilihan Calon Anggota Komisi Yudisial (KY) periode 2015-2020.

Dalam jabatan di institusi Unand, Yuliandri pernah menjabat Deputi Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) FH Unand 2004-2010. Anggota Senat FH Unand 2007 hingga sekarang, dan Anggota Senat Guru Besar Unand dari 2008 hingga sekarang.

Kemudian, Sekretaris Senat Unand 2009-2010, Ketua Senat Fakultas Hukum Unand 2010-2014, Ketua Prodi S2 Ilmu Hukum 2007-2010, Ketua Prodi S3 Ilmu Hukum 2009-2010, dan menjabat Dekan Fakultas Hukum Unand 2010-2014.