Haluan News - Informasi Berita Terupdate Hari Ini

NEWS INDEX : Foto

Ketika Menteri Nadiem Dicecar di Senayan

12 Desember 2019 12:01 WIB

Komisi X DPR RI melakukan Rapat Kerja dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim di Gedung Nusantara I Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Berbagai isu mencuat termasuk soal rencana Menteri Nadiem yang akan mengakhiri Ujian Nasional (UN) pada 2020. UN menjadi momok yang membuat murid dan orangtua stres. Ada yang mendukung ada juga yang menolak. (Foto: Haluan.co/Jimmy Ratag)


Di Mata Semesta, Menuju Indonesia Inklusif

12 Desember 2019 05:36 WIB

Bertepatan dengan Hari Hak Asasi Manusia Internasional (HAM) 2019, Program Peduli yang menggawangi gerakan Indonesia inklusif (#IDInklusif) menggandeng tiga musisi tanah air berkolaborasi menciptakan lagu orisinal bertema Indonesia Inklusif. Ketiga musisi tersebut adalah Dewa Budjana, Asteriska, dan Baskara Putra (Hindia).

Dewa Budjana menegaskan bahwa musik bisa menjadi media untuk menumbuhkan semangat positif di masyarakat. “Ini bisa jadi hal yang positif ya tentunya karena musik itu harusnya selalu positif buat semua orang. Nada-nada itu kan walaupun nada disonan pun itu akan tetap bisa jadi enak sebenarnya. Ya, mudah-mudahan itu bisa jadi contoh untuk kehidupan bermasyarakat yang lain,” tutup Budjana.

Video klip lagu Di Mata Semesta sudah bisa diakses di bit.ly/di-mata-semesta. (Foto: Program Peduli)


Bola Liar Amendemen UU Dasar

28 November 2019 10:36 WIB

Dialektika Demokrasi dengan tema "Bola Liar Amendemen, Masa Jabatan Presiden Diperpanjang?" (Foto: Haluan.co/Jimmy Ratag)


DoubleTree by Hilton Jakarta-Diponegoro Luncurkan Tipe Kamar Five Feet to Fitness

24 November 2019 05:34 WIB

Yang pertama di Asia Tenggara, DoubleTree by Hilton Jakarta-Diponegoro, mengumumkan peluncuran tipe kamar barunya, Five Feet to Fitness.

Tipe kamar premium ini menyediakan peralatan dan aksesori olahraga terbaik yang dapat disesuaikan dengan berbagai jenis kebutuhan para tamu. 

Setiap kamar memiliki kios kebugaran interaktif dengan lebih dari 200 tutorial dan rutinitas olahraga: mulai dari Cardio, Cycling, Endurance, Strength, High Intensity Interval Training (HIIT), Yoga, Stretch and Recovery, Meditation, Wheelchair + Partner dan Low Intensity Training. 

Kamar ini juga dilengkapi dengan sepeda statis yang dapat digunakan baik untuk tipe latihan indoor-cycling yang lebih lama maupun latihan interval yang lebih terfokus. Terdapat pula stasiun pelatihan fungsional dengan peralatan dan aksesori yang dapat digunakan untuk tipe latihan yang mencakup strength, core, suspension and HIIT bagi para tamu.

Tiga kamar Five Feet to Fitness tersedia dengan harga terbaik. (Foto: DoubleTree by Hilton Jakarta-Diponegoro)


Wartawan MPR Perang Melawan Hoaks

16 November 2019 01:54 WIB

MPR RI terus berupaya menjadi Rumah Kebangsaan bagi masyarakat dengan bantuan pers atau media. Dengan bantuan itu, diharapkan pers menjadi penyambung lidah aspirasi kebangsaan antara masyarakat dan MPR.

Karena itu, Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid berharap lembaganya menjadi tempat yang nyaman bagi semua dalam menyalurkan visi Kebangsaan yakni Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. 

“MPR mengambil tema Rumah Kebangsaan. Mudah-mudahan MPR menjadi tempat yang nyaman bagi semua untuk menyalurkan visi kebangsaan dalam bingkai Empat Pilar,” kata Jazilul saat membuka Press Gathering Pimpinan MPR dan Koordinatoriat Wartawan Parlemen di Seminyak, Bali, Jumat (15/11/2019) malam.

Dia berharap pers bisa menjadi penyambung lidah antara masyarakat dan MPR dalam setiap aktivitas kebangsaan.

Sebab, pers memiliki peran strategis, sekalihus sebagai pilar demokrasi. 

Dalam kesempatan itu, Jazilul menegaskan bahwa tantangan besar adalah mengurangi informasi yang cenderung fitnah dan hoax.

Menurut dia, berita fitnah san hoax merupakan persoalan serius yang dapat memecah belah bangsa. 

“Tanggung jawab ke depan mengurangi berita fitnah atau hoax. Tentu ini menjadi tantangan bersama media dan pimpinan MPR,” ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Kegiatan ini Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono, sejumlah pimpinan fraksi partai di MPR seperti Benny K Harman (Demokrat), Arwani Thomafi (PPP), Taufik Basari (Nasdem), Tifatul Sembiring (PKS), Syafruddin (PAN), dan Intsiawati Ayus dari kelompok DPD, serta Sekda Bali Dewa Made Indra. (Foto: Haluan.co/Jimmy Ratag)


JPO Kontroversial di Jalan Sudirman

12 November 2019 09:47 WIB

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Jenderal Sudirman atau tepatnya dekat Tower Indofood sempat menyita perhatian. Jembatan tanpa atap tersebut sempat membuat gaduh.

Anies bertujuan pencopotan atap agar warga atau pejalan kaki dapat menikmati lanskap gedung di sekitar Jenderal Sudirman. Namun pembuangan atap tersebut disebut oposisi yang kontra Gubernur Anies sebagai kemubaziran.

Berikut ini foto suasana di JPO Kontroversial diambil saat car free day, Minggu (10/11/2019). (Foto: Haluan.co/Yayat R Cipasang)


Rapat Perdana Menhan Prabowo Subianto di Senayan

11 November 2019 13:41 WIB

Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto mengungkapkan visinya untuk melibatkan rakyat Indonesia nonmiliter dalam menjaga pertahanan Indonesia. Konsep yang dinamai Pertahanan Rakyat Semesta ini disampaikan Prabowo saat Rapat Kerja dengan Komisi I DPR, komisi yang membidangi pertahanan dan luar negeri, Senin (11/11/2019).

Prabowo mengakui, secara teknologi, pertahanan Indonesia hampir mungkin bisa mengalahkan kekuatan teknologi bangsa yang telah maju. Namun, Prabowo ingin memasukkan konsep pertahanan rakyat agar ikut bergabung melakukan pertahanan bila dibutuhkan.

"Pertahanan kita yang berdasarkan pemikiran, konsep pertahanan rakyat, semesta perang. Kalau terpaksa kita terlibat dalam perang, perang yang akan kita laksanakan adalah perang rakyat semesta. The concept of the total people war," kata Prabowo di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/11/2019). 

Konsep itu, kata Prabowo, lahir dari sejarah Indonesia bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut membela negara. Sehingga, kata dia, meskipun secara infrastruktur Indonesia dapat dihancurkan, rakyat akan terus berjuang.

Dalam rapat dipimpin Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid itu Prabowo memaparkan perlunya komponen cadangan dari nonmiliter untuk membantu pertahanan. Komponen utama, yakni pertahanan militer yang dilakukan oleh TNI. Sementara itu, pertahanan nonmiliter, kata Prabowo, meliputi unsur rakyat.

"Tentunya akan banyak peran dari kementerian dan lembaga di luar pertahanan. Sebagai contoh, kita harus kerja sama dengan kementerian pendidikan untuk menyusun komponen cadangan," kata Prabowo.

Ia menyebut, Indonesia membutuhkan komponen cadangan dari SMP hingga perguruan tinggi yang dibekali pengetahuan yang soal pertahanan. 

"Sebagai contoh, kalau kita lihat di negara Amerika, sumber perwira itu mereka dapatkan dari akademi militer, mungkin 20 persen, 80 persen adalah perwira cadangan dari universitas-universitas," ujar dia.

Lebih lanjut, Prabowo juga mengatakan, pertahanan Indonesia tak bisa disandarkan pada sekadar doa. Menurut dia, butuh tindakan konkret dan terukur dalam penerapan.

"Prayer is not strategy. Policy dan strategi ujungnya adalah investasi. Investasi adalah sumber daya manusia dan teknologi. Doktrin dan strategi yang tepat kemudian kekuatan yang memadai," ujar Prabowo menegaskan. (Foto: Haluan.co/Jimmy Ratag)


Rapat Perdana Mas Wishnutama dan Mbak Angela

07 November 2019 14:08 WIB

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio dan Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo untuk pertama kalinya menggelar rapat kerja (raker) dengan Komisi Pariwisata (Komisi X DPR) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Dua sosok menteri-wakil menteri muda ini disambut hangat oleh para anggota Komisi X DPR yang memanggil keduanya dengan sebutan "Mas" dan "Mbak". Sebaliknya, Wishnutama dan Angela yang punya latar belakang di industri kreatif khususnya media ini juga tidak merasa asing. Pasalnya, beberapa anggota Komisi X juga berasal dari kalangan seniman dan artis seperti Guruh Soekarno Putra, Rano Karno, Desy Ratnasari. (Foto: Haluan.co/Jimmy Ratag)


Menteri Agama Dicecar Celana Cingkrang

07 November 2019 12:11 WIB

Komisi VIII DPR RI rapat kerja dengan Menteri Agama Fachrul Razi di Kompleks Parlemen Jakarta, Kamis (7/11/2019). Salah satu yang dibahas soal isu celana cingkrang dan cadar.

Anggota DPR Maman Imanulhaq menyinggung hasil penelitian Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) soal celana cingkrang. Maman menyebut, berdasarkan penelitian BNPT, radikalisme tidak ada kaitannya dengan celana cingkrang.

"Soal radikalisme, sebaiknya Pak Menteri koordinasi juga, hasil penelitian BNPT itu menunjukkan tidak ada kaitannya (dengan celana cingkrang). Kalaupun ada, satu-dua, itu oknum," kata Maman. (Foto: Haluan.co/Jimmy Ratag)


Si Kuda Jingkrak Luncurkan 488 Challenge Evo

07 November 2019 08:06 WIB

Ferrari 488 Challenge Evo diluncurkan pekan lalu dalam ajang Ferrari Finali Mondiali yang berlangsung di Mugello Circuit. Setelah tiga tahun peluncuran 488 Challenge pada Finali di Daytona, mobil berlambang Kuda Jingkrak ini telah mengembangkan sebuah alat yang mampu meningkatkan performa mobil secara keseluruhan serta konsistensi pada beragam kondisi ajang balap. Juga meningkatkan kenyamanan mengemudi demi respons dan kenyamanan berkendara yang lebih baik. (Foto: Ferrari Indonesia)


Rapat Kerja Pertama, Menkes Nervous

05 November 2019 13:47 WIB

Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto gemetaran saat menghadiri Rapat Kerja perdana bersama Komisi IX DPR, yang membidangi kesehatan. Terawan mengaku bergetar dan grogi (nervous) dalam rapat perdana ini, karena terbiasa menghadapi pasien, sekarang harus berhadapan dengan politisi di DPR.

"Nama saya Terawan Agus Putranto, saya diminta untuk jadi Menkes di Kabinet Indonesia Maju. Izinkan saya mengenalkan jajaran saya," kata Terawan dalam rapat kerja di Kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (5/11/2019). 

Sebelum mengenalkan jajaran kemenkes, Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDIP, Abidin Fikri bertanya pada Terawan. Ia mempertanyakan suara Terawan. "Mohon izin pimpinan, Pak Menteri lagi sakit?" kata Abidin

Terawan pun menjelaskan tak sedang dalam kondisi sakit. Tapi ia hanya gemetaran karena rapat bersama komisi IX DPR.

"Oh saya tidak (tak sakit), hanya bergetar saja di depan (anggota Komisi IX)," kata Terawan yang disambut tawa anggota dan semua yang hadir.

Abidin menduga hal ini karena Terawan terbiasa menghadapi pasien. Ia pun meminta agar menganggap para anggota dewan yang hadir sebagai pasien. 

"Karena biasa menghadapi pasien, anggap saja pasien bapak biar tidak grogi, mic-nya di dekatkan saja Pak," kata Abidin.

Purnawirawan jenderal bintang tiga TNI AD ini malah merespon pernyataan anggota DPR dengan jawaban yang kembali mengundang tawa. "Terima kasih, maafkan kami, karena kami juga baru pertama sekali melihat mic ini," kata Terawan.

Terawan pun memaparkan visi misinya dalam bidang kesehatan. Di antaranya soal misi penanganan stunting, jaminan kesehatan nasional, membantu defisit JKN, tingginya harga obat dan penggunaan alat kesehatan produksi nasional yang belum terpakai secara maksimal.

"Untuk menurunkan angka stunting ini ada peningkatan kesejahteraan masyarakat kurang mampu. Jadi, terkait dengan beberapa kementerian lembaga lain," kata mantan dokter RSPAD Gatot Subroto ini. (Foto: Haluan.co/Jimmy Ratag)


Mulan Jameela dalam Tangkapan Kamera

31 Oktober 2019 13:04 WIB

Politisi Partai Gerindra Mulan Jameela selalu menjadi sorotan kamera para pewarta foto termasuk fotografer Haluan.co saat paripurna penetapan Komjen Polisi Idham Azis menjadi Kapolri, Kamis (31/10/2019). Kendati sudah berhijab, polahnya masih sangat lincah mengingatkan pada aktivitas bermusiknya yang kala berdua bersama Maia Estianty yang genit dan lincah.

Mulan yang juga istri kader Gerindra Ahmad Dhani ini sempat juga ditegur Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena ketika sudah menjadi anggota Dewan pun masih menjadi juru pengaruh merek aksesoris internasional. Terlepas dari itu semua, Mulan yang juga masih keturun tokoh DI/TII Kartosuwirjo ini mewarisi darah politik. (Foto: Haluan.co/Jimmy Ratag)


Yo-yo Ma Konser di Jakarta 6 Desember 2019

31 Oktober 2019 12:37 WIB

Yo-yo Ma, pemain cello legendaris keturunan Tiongkok-Amerika Serikat menggelar konser di Indonesia. Konser Yo-yo Mas’s Bach Project di Indonesia digelar di Jakarta International Theatre pada 6 Desember 2019.

Selain menggelar konser musik klasik, musikus peraih 19 Piala Grammy ini akan hadir di program Day of Action di mana Yo-yo Ma akan berdialog dan berkolaborasi dengan sejumlah seniman Tanah Air. Indonesia menjadi negara ke-25 yang dilawat Yo-yo Ma dari seluruh rangkaian tur Yo-yo Ma’s Bach Project 2019. (Foto: Haluan.co/Jimmy Ratag)


Kunjungan Komisi III ke Rumah Calon Kapolri

30 Oktober 2019 08:12 WIB

Komisi III DPR RI berkunjung ke calon tunggal Kapolri, Komisaris Jenderal Idham Azis. Usai pertemuan tersebut, Ketua Komisi III Herman Hery mengungkapkan hal-hal yang dibahas dalam kunjungannya tersebut.

Salah satunya adalah tentang kehidupan keluarga Idham. Terkait bagaimana mantan Kapolda Sulawesi Tengah itu mengurus istri, anak, dan keluarganya di tengah posisinya sebagai salah satu petinggi Polri.

"Kehidupan suami istri dalam meng-handle tugas-tugas beliau sebagai kapolri nanti, apakah peran istri terlalu jauh. Ini hal-hal sensitif yang kami ikut pertanyakan tadi," ujar Herman di Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Herman menjelaskan, pihaknya yang menanyakan hal-hal pribadi kepada Idham merupakan salah satu proses uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri. Komisi III ingin Kapolri yang baru tak memiliki masalah dalam keluarga yang dapat mengganggu kinerjanya nanti.

"Ini sudah menjadi tradisi di dalam fit and proper test setiap Kapolri, ada banyak hal-hal pribadi yang ingin kami tahu lebih jauh," ujar Herman.

"Kami juga berkesimpulan bahwa keluarga ini bisa jadi panutan, yang mana jika nanti dipilih menjadi Kapolri, Bapak (Idham) dan Ibu ini akan jadi Bapak Ibu dari anggota Polri di seluruh Indonesia," ujar Herman.

Sementara itu, Idham hanya meminta doa restu dari semua pihak, agar dirinya diberi kemudahan dalam menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test, yang rencananya digelar di Gedung DPR, Jakarta.

"Saya memohon doa restu teman-teman semua, seluruh masyarakat Indonesia, semoga fit and proper test saya bisa berjalan mulus. Bisa diridhoi oleh Allah SWT," ujar Idham.

Rencananya, Komisi III akan menggelar uji kelayakan dan kepatutan pada pukul 14.00 WIB di Gedung DPR, Jakarta. Jika Idham lolos proses tersebut, ia mengaku siap menjalankan amanah sebagai Kapolri.

"Saya bismillahitawakaltu akan melaksanakan amanah ini dengan sungguh-sungguh, saya kira itu," ujar Idham.

Masukan masyarakat

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua Komisi III, Desmond J Mahesa mengatakan, Komisi III DPR akan akan mendengar masukan dari sejumlah kelompok masyarakat terkait rekam jejak Idham Azzis, mantan Kapolda Sulawesi Tengah itu, sebagai calon tunggal kapolri

"Mereka akan datang menyampaikan catatan-catatan yang berkaitan dengan masalah Pak Idham, ada yang dukung ada yang kontra," ujar Desmon.

Pandangan masyarakat itu akan menjadi salah satu pertimbangan Komisi III dalam fit and proper test yang akan diselenggarakan siang ini. Selain itu, kinerjanya selama di kepolisian juga akan diperhitungkan dalam menetapkan orang nomor satu di Polri ini.

"Kita mengukur beliau sebagai Kapolda ada masalah tidak dengan bapak-bapak sekalian, karena sebagai mitra tidak ada sesuatu yang luar biasa. Biasa-biasa aja sebagai sebuah tindakan bagi kepolisian," ujar Desmond.

Terkait hanya adanya calon tunggal Kapolri, ia menyebut bahwa itu merupakan hak prerogatif dari Presiden Joko Widodo. DPR hanya menjalankan tugasnya dalam proses uji kelayakan dan kepatutan terhadap Idham.

"Karena persoalan kekosongan jabatan Kapolri, karena Pak Wakapolri mau pensiun Desember ini kan," ujar Desmond.

Diketahui, Idham Azis merupakan calon tunggal Kapolri. Ia adalah lulusan Akademi Kepolisian pada 1988, yanh disebut mempunyai latar belakang karier yang mirip dengan mantsn Kapolri Jenderal Tito Karnavian, yakni di bidang antiterorisme.

Ia pernah menjabat sebagai Kasat Jatantras Polda Metro Jaya, Kasat Reserse Polres Jakbar, Wakapolres Metro Jakbar, dan Kasubden Investigasi Densus 88/Antiteror Baresrim Polri. Serta, Kapolres Metro Jakbar Polda Metro Jaya (2009), Dir Reskrimum Polda Metro Jaya (2009-2010), Wakadensus 88 (2010-2013), Dirtipikor Bareskrim Polri (2013-2014), Kapolda Sulawesi Tengah.

Idham juga termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa. Saat ia tergabung dalam tim Bareskrim yang melumpuhkan teroris Dr Azaharidan kelompoknya di Batu, Malang, Jawa Timur, 9 November 2005. (Foto: Haluan.co/Jimmy Ratag)


Papua Lebih Butuh Komitmen daripada Kunjungan Presiden

26 Oktober 2019 07:33 WIB


Anggota MPR RI dari unsur DPD RI asal Papua Barat Filep Wamafma mengungkapkan, pentingnya komitmen Presiden dalam membangun Indonesia, termasuk Papua, lebih penting dari retensi kunjungan Presiden ke Papua.

"Kami tidak membutuhkan Presiden datang terus ke Papua, karena daerah lain pun membutuhkan beliau seperti Kalimantan, Sumatera, dan Indonesia ini kan bukan hanya Papua," kata Filep dalam diskusi Poltik Kebangsaan di Media Center MPR/DPD/DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (25/10/2019).

"Yang dibutuhkan adalah komitmen dalam mengelola Indonesia yang begitu luas," tegas Filep.

Komitmen itu, setidaknya bisa tergambar dalam praktik politik yang tidak melulu praktis soal konsesi kekuasaan untuk kalangan partai politik. 

Konsesi kewenangan dalam perpsektif membangun bangsa, mestinya bisa merepresentasi Indonesia secara lebih luas dan nyata. Karena sebenarnya, politik lokal di daerah bagi Indonesia yang luas ini, sangat berpengaruh pada politik nasional.

"Coba kalau kita bayangkan kalau tadi pagi tidak ada orang Papua yang dipanggil menjadi wakil menteri, efeknya seperti apa?" ujar Filep.

Karenanya, penting bagi negara untuk menerapkan politik kebangsaan yang betul-betul merepresentasi Indonesia sebagai bangsa yang kaya dan luas, dengan segala histori di tiap daerah-daerahnya. Agar politik kebangsaan bisa diimplementasi betul secara nasional; pusat hingga daerah.

"Ketika negara ingin menerapkan politik kebangsaan tidak hanya sebatas konsep kurikulum, tidak hanya sebatas 4 Pilar, tetapi bagaimana komitmen dan konsisten dari pada para pemegang kekuasaan dalam melaksanakan itu dan dalam setiap pengambilan keputusan-keputusan yang menjamin rasa keadilan dan kebangsaan sesama anak negeri," pungkasnya. (Foto: Haluan.co/Jimmy Ratag)


Memeriahkan Ulang Tahun ke-71 Haluan

26 Oktober 2019 04:51 WIB

Memperingati ulang tahun ke-71 Haluan menggelar seminar nasional "Pemuda dan Media: Berdedikasi untuk Negeri" di Ballroom Basko Hotel, Kota Padang, Sumatra Barat, Kamis (24/10/2019).

Seminar yang dihadiri ratusan mahasiswa dan kelompok milenial ini dibuka Wakil Walikota Kota Padang Hendri Septa. Seminar juga disaksikan langsung CEO Haluan Media Group Brian Putra Bastara yang sekaligus menjadi pembicara utama.

Hendri Septa dalam sambutannya menyatakan kaget dengan Haluan yang ternyata sudah berumur 71 tahun atau seumur dengan NKRI.

"Ini sudah seumur bangsa kita. Kita harus bangga. Koran yang cukup tua mempunyai pengalaman yang lebih," kata Hendri Septa.

Hendri Septa mengajak generasi muda dan kaum milenial untuk memaknai nilai-nilai yang diusung Haluan.

"Anak muda di Haluan semoga bisa mentransformasi nilai-nilai generasi sebwlumnya sesuai zaman yang sesuai keinginan milenial," ujar Hendri Septa.

Hendri Septa juga berharap Haluan menjadi media pilihan anak muda. Haluan tidak hanya bermanfaat dan mengabdi untuk Kota Padang, atau Sumbar tetapi juga untuk Indonesia.

Dengan jaringannya, kata Hendri Septa, Haluan Group diharapkan bisa menjadi saksi dan mengawal anak muda untuk berkiprah dalam 20 tahun mendatang menggantikan generasi tua.

"Indonesia 20 tahun mendatang tergantung kepada kaum milenial," kata Hendri Septa. (Foto: Tim Haluan Media Group)


Masih Kangen-Kangenan dan Berswafoto

23 Oktober 2019 13:20 WIB

DPR menggelar rapat paripurna ke-3 Masa Sidang 2019-2020, Selasa (22/10/2019). Atau sidang paripurna pertama untuk anggota DPR untuk anggota DPR periode 2019-2024.

Dalam rapat paripurna tersebut, DPR menyetujui 17 alat kelengkapan dewan (AKD) dengan rincian terdiri dari 11 komisi dan 6 badan. Paripurna menetapkan komisi di DPR tetap berjumlah 11. Tiap komisi dipimpin satu ketua dan empat wakil ketua.

Selanjutnya, rapat menetapkan jumlah dan komposisi keanggotaan fraksi dalam AKD. AKD terdiri atas pimpinan, Badan Musyawarah (Bamus), Badan Anggaran (banggar), Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN), Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP), Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Badan Urusan Rumah Tangga (BURT), dan Panitia Khusus (Pansus). (Foto: Haluan.co/Jimmy Ratag)


Sisi Lain Pelantikan Presiden

21 Oktober 2019 00:08 WIB

Pelantikan Presiden Jokowi dan Wapres KH Ma'ruf Amin berlangsung lancar dan khidmat. Sejumlah kepala negara dan utusan negara sahabat datang. Pelantikan juga disebut sebagai ajang pesta rakyat. (Foto: Haluan.co/Jimmy Ratag)


MPR Gelar Simulasi Pelantikan Presiden

19 Oktober 2019 04:17 WIB

Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) menggelar gladi bersih pelantikan presiden-wakil presiden periode 2019-2024, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Gladi tersebut mengatur teknis saat para hadirin, presiden-wakil presiden masuk ke dalam ruangan. Pelantikan akan dilakukan Minggu 20 Oktober 2019 di gedung Nusantara atau gedung kura-kura, pukul 14.30 WIB.

"Saya ingatkan sekali lagi mengenai rangkaian pokok acara, pokok acara nanti dimulai ketika presiden dan wakil presiden terpilih dan pimpinan MPR memasuki ruang paripurna, kemudian menyanyikan lagu Indonesia raya," ucap staf Sekretariat MPR.

Dalam gladi bersih tersebut, Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) juga melakukan simulasi pengamanan pelantikan presiden dan wakil presiden di kompleks Parlemen. Simulasi tersebut dilakukan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Jokowi-Ma'ruf Amin. 

Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono mengatakan, kapasitas gedung kura-kura untuk 1.000 orang lebih. Namun demikian pihaknya masih melakukan evaluasi lebih lanjut. (Foto: Haluan.co/Jimmy Ratag)


Irman Gusman Temui La Nyalla Mattaliti

18 Oktober 2019 00:32 WIB

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2009-2004 dan 2014-2016 Irman Gusman bertemu dengan Ketua DPD La Nyalla Mattalitti. Keduanya berdiskusi mengenai isu-isu kebangsaan, termasuk tugas dan tantangan DPD ke depan.

Pertemuan berlangsung di ruang kerja La Nyalla, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/10/2019). Irman hadir mengenakan kemeja batik lengan pendek warna hijau. Kedatangannya disambut hangat La Nyalla.

Irman menuturkan, pertemuan ini merupakan silaturahminya dengan La Nyalla yang belum lama ini dilantik sebagai Ketua DPD RI periode 2019-2024. Dia mengaku berdiskusi dan banyak bertukar pikiran.

"Bertukar pandangan, bertukar pikiran lah ya, bagaimana lembaga-lembaga negara khususnya DPD bisa berperan lebih baik ke depan," kata Irman.

Tokoh kelahiran Padang Panjang, Sumatera Barat ini menjelaskan, salah satu topik yang dibahas dalam silaturahmi itu yakni bagaimana perekonomian di daerah bisa tumbuh berkembang dengan pesat. Menurut Irman, kemajuan Indonesia itu berawal dari tingkat di daerah-daerah.

"Jadi pemerataan pembangunan, pengurangan kesenjangan kemiskinan. Artinya bagaimana daerah ini bisa berkembang, bisa lebih baik gitu ya," ujar dia.

Irman pun optimistis DPD di bawah kepemimpinan La Nyalla bisa mewujudkan perekonomian yang merata di daerah-daerah. Hal itu lantaran dia sudah mengenal betul rekam jejak La Nyalla.

"Ya kebetulan ini La Nyalla teman lama ya semasa di Hipmi (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) tahun 1996. Jadi sudah cukup kenal lama. Saya merasa optimis ya di bawah kepemimpinan Pak La Nyalla yang sudah malang melintang di dunia organisasi (bisa membawa perubahan yang lebih baik)," tuturnya. (Foto: Haluan.co/Jimmy Ratag)


1-20 of 25