PBNU Setuju Presiden Dipilih MPR

Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, meyakini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan kembali mendengar aspirasi masyarakat terkait usulannya agar pemilihan presiden kembali melalui MPR. 

Menurut Hendri, Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj, melemparkan wacana itu karena baru mendengar masukan dari MPR saja. 

"Saat ini kan PBNU baru dapat masukan dari satu pihak aja, dari MPR, saya yakin beliau bijak akan mendengarkan masukan-masukan dari tokoh tokoh lain," kata Hendri kepada Haluan.co, Kamis (28/11/2019). 

Sebelumnya, Said Aqil Siradj mengusulkan agar pemilihan presiden kembali melalui MPR RI. Said menyampaikan hal itu usai melakukan pertemuan dengan pimpinan MPR di kantor PBNU, Jakarta, Rabu (27/11/2019) 

"Tentang pemilihan presiden kembali MPR, itu keputusan Munas NU di Kempek, Cirebon, 2012," kata Said. 

Namun, menurut Hendri, PBNU nantinya akan bersama rakyat setelah mendengar aspirasi dari bawah, termasuk dari tokoh-tokoh dari berbagai kalangan. 

"Pasti PBNU kembali bersama rakyat, akan memperjuangkan pemilihan umum langsung dari rakyat," ujarnya. 

Terkait dengan pernyataan Said Aqil bahwa usulan pemilihan presiden kembali melalui MPR adalah hasil Munas NU 2012 lalu, pendiri Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai KOPI) itu menilai bahwa hal itu sudah tidak relevan lagi untuk saat ini. 

"Ya kan itu (Munas NU) sudah lama. Dan ini baru satu pihak dan bukan MPR, tapi maunya Ketua MPR (Bambang Soesatyo)," tandasnya.