HALUAN.CO – Pernah merasa datang ke kantor, mengerjakan tugas, lalu pulang tanpa ada rasa pencapaian? Ini bukan sekadar rasa letih, tetapi bisa jadi tanda boreout kondisi di mana pekerjaan terasa monoton, tidak menantang, dan akhirnya membuat semangat kerja perlahan hilang.
Berbeda dengan burnout yang disebabkan oleh beban terlalu berat, boreout justru muncul ketika pekerjaan terlalu mudah atau tidak memicu keterlibatan emosional.
1. Rutinitas dan Tugas Monoton
Melakukan tugas yang sama setiap hari tanpa adanya variasi bisa membuat otak kehilangan stimulasi. Pada awalnya mungkin terasa nyaman, tetapi lama-lama rutinitas yang monoton justru mematikan rasa tertantang dan menyebabkan pekerjaan terasa membosankan.
2. Tugas Mudah yang Tidak Menggunakan Kapasitasmu
Banyak pekerja merasa pekerjaan mereka terlalu sederhana atau di bawah kemampuan mereka. Ketika keterampilan yang dimiliki tidak dimanfaatkan secara optimal, ini dapat menimbulkan perasaan tidak berguna dan mengikis semangat kerja karena tidak ada ruang bagi pengembangan diri.
3. Tidak Melihat Nilai dari Pekerjaan yang Kamu Lakukan
Jika kamu tidak melihat dampak nyata dari pekerjaanmu, motivasi kerja bisa cepat hilang. Pekerjaan yang terasa tidak punya arti sering membuat pekerja menyelesaikan tugas hanya sekadar rutin tanpa rasa bangga atau pencapaian.
4. Minimisasi Tantangan dan Kesempatan Belajar
Lingkungan kerja yang tidak menyediakan peluang belajar atau tantangan baru dapat membuat pekerja merasa “berhenti di tempat”. Tanpa adanya ruang untuk tumbuh, pikiran akan mulai mempertanyakan tujuan bertahan di pekerjaan tersebut.
5. Memendam Emosi Karena “Harus Bersyukur”
Seringkali pekerja tetap bertahan dan menahan rasa bosan karena merasa harus bersyukur memiliki pekerjaan. Perasaan seperti ini membuat banyak orang enggan mengakui ketidaknyamanan mereka hingga akhirnya semangat kerja terus menurun dari hari ke hari.
