58 dari 78 Jasad Korban Longsor Cisarua Berhasil Teridentifikasi Meski Banyak Membusuk

Yuliana Adha
3 Min Read

HALUAN.CO – Tim disaster victim identification (DVI) terus bekerja keras dalam penanganan bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Hingga malam Minggu, 1 Februari 2026, tim DVI dari Polda Jawa Barat berhasil mengidentifikasi 58 dari 78 jenazah korban longsor, meskipun kondisi tubuh sebagian besar sudah membusuk sehingga membuat proses identifikasi lebih rumit.

Bencana longsor ini terjadi pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026, setelah hujan lebat mengguyur kawasan tersebut. Material tanah bergerak cepat dan menimbun permukiman di kampung seperti Pasir Kuning, Pasir Kuda, dan Babakan, menyebabkan kerusakan rumah dan dampak yang besar bagi warga.

Tim pencarian dan evakuasi pun langsung dikerahkan, melibatkan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan.

Saat operasi memasuki hari kesembilan, tim SAR gabungan kembali menemukan beberapa jenazah di lokasi pencarian.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menyampaikan bahwa empat kantong jenazah berhasil dievakuasi pada hari tersebut dari beberapa titik kerja di lokasi.

Berita Lainnya  Skandal Pilgub Jatim 2024: Hasto Bongkar Kekuasaan Cawe-cawe!

Total jenazah yang ditemukan sejak awal operasi pun terus bertambah.

Walaupun jumlah jenazah yang ditemukan cukup banyak, proses identifikasi tetap penuh tantangan. Banyak jenazah yang kondisinya sudah membusuk karena tertimbun material longsor sebelum berhasil dievakuasi.

Hal ini mengharuskan tim DVI melakukan pemeriksaan ekstra hati-hati serta sinkronisasi data dengan bukti forensik dan informasi keluarga korban.

Tim DVI juga menemukan bahwa dari total 78 kantong jenazah yang diterima, beberapa ternyata berkaitan dengan satu individu yang sama setelah pemeriksaan rekonsiliasi data.

Ini turut memengaruhi jumlah korban yang telah berhasil diidentifikasi. Hingga kini, 58 jenazah telah teridentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing untuk proses pemakaman sesuai dengan agama dan adat istiadat.

Keberhasilan identifikasi ini tentu memberikan kepastian kepada keluarga korban yang selama beberapa hari terakhir menanti informasi tentang sanak-saudaranya.

Berita Lainnya  SKK Migas dan KKKS Siap Dukung Kota Zero Carbon di IKN

Penyerahan jenazah menjadi momen penting demi menyelesaikan proses duka dan tanggung jawab kemanusiaan.

Sementara itu, operasi pencarian terus dijalankan untuk memastikan seluruh korban dapat ditemukan.

Tim SAR gabungan berupaya maksimal untuk menyisir lokasi yang masih berpotensi menyimpan korban yang belum ditemukan.

Upaya ini merupakan bagian dari penanganan bencana secara menyeluruh demi memberikan kepastian dan keadilan bagi seluruh keluarga korban.

Share This Article
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *