Bocah Tewas Tenggelam di Muara Sungai Pantai Gumicik, Gianyar

Yuliana Adha
3 Min Read

HALUAN.CO – Tragedi terjadi pada Minggu sore, 8 Februari 2026, di muara sungai Pantai Gumicik, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali.

Seorang bocah laki-laki berusia sekitar 11–12 tahun dilaporkan tewas tenggelam setelah terseret arus saat berenang di perairan yang bertemu langsung dengan laut.

Korban, yang kemudian diidentifikasi sebagai Gusti Ngurah Juna Dwi Prayoga, adalah siswa sekolah dasar yang sedang bermain air bersama dua temannya pada sore hari.

Mereka berenang di muara sungai yang terlihat cukup tenang pada awalnya, tetapi arus di muara sering berubah akibat gelombang laut yang datang dari Pantai Gumicik.

Sekitar pukul 14.30–15.00 WITA, dua teman Juna memutuskan untuk istirahat setelah beberapa lama berenang. Namun korban tetap berada di tengah perairan.

Beberapa saat kemudian, gelombang besar datang dari arah laut, menghantam dan menyeret tubuh Juna ke tengah muara dengan cepat.

Sebelum hilang dari pandangan, Juna sempat terlihat meminta pertolongan kepada teman-temannya.

Berita Lainnya  Kaesang Ungkap! Jokowi Siap Ramaikan Kampanye Pilkada Bali!

Teman-temannya berusaha membantu dengan melemparkan pelampung plastik berwarna hijau ke arah Juna, tetapi bantuan itu tidak cukup untuk menyelamatkannya karena arus yang kuat dan gelombang yang deras.

Upaya mereka gagal, dan korban hilang di bawah permukaan air.

Warga sekitar lokasi segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

Tim penyelamat gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Gianyar, Balawista, Satpolairud Polres Gianyar, dan Polsek Sukawati bersama warga setempat melakukan penyisiran di muara dan sekitar area pantai untuk mencari korban.

Operasi tersebut akhirnya membuahkan hasil saat jasad Juna ditemukan di area loloan pantai Pantai Gumicik dalam keadaan sudah meninggal dunia.

Petugas kemudian mengevakuasi jenazah dan membawanya ke rumah sakit untuk penanganan berikutnya.

Kejadian ini menjadi peringatan serius bahwa bermain di perairan terbuka tanpa pengawasan yang cukup dan tanpa memahami risiko arus dan gelombang dapat berakibat fatal.

Berita Lainnya  Wow! Sri Mulyani Dapat 3 Wakil Menteri dari Prabowo, Ada Apa Ini?

Muara sungai yang bersinggungan dengan laut sering memiliki arus tak terduga yang dapat menyeret perenang, terutama anak-anak yang belum memiliki keterampilan berenang yang kuat.

Orangtua dan pendamping diimbau untuk lebih waspada serta mengawasi anak saat bermain di area perairan terbuka, serta memperhatikan tanda-tanda bahaya seperti arus deras atau ombak besar sebelum masuk ke dalam air. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran penting untuk menjaga keselamatan di lingkungan perairan.

Share This Article
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *