HALUAN.CO – Di zaman modern saat ini, perempuan sering mendapat tuntutan sosial yang besar untuk selalu melakukan banyak peran, seperti menjadi pendukung keluarga, penopang emosi orang lain, dan selalu siap sedia.
Akibatnya, banyak perempuan yang terbiasa menempatkan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan diri sendiri. Ketika mereka mencoba memprioritaskan diri sendiri, sering kali muncul rasa bersalah karena takut dianggap egois.
Namun, perlu dipahami bahwa self-love bukan hanya soal indulgensi semata atau memenuhi kebutuhan sesaat seperti liburan atau shopping.
Self-love yang sebenarnya adalah tentang memahami batasan diri, memperhatikan kondisi mental serta emosional, dan memberi diri sendiri izin untuk istirahat atau berkata tidak saat diperlukan.
Tujuannya adalah menjaga keseimbangan hidup agar tetap sehat secara mental.
Mengapa Rasa Bersalah Muncul?
Perasaan bersalah sering timbul karena perempuan dibesarkan dengan norma sosial yang menanamkan bahwa menyenangkan orang lain adalah kewajiban.
Seiring waktu, perempuan terbiasa mengabaikan kebutuhan pribadi demi memenuhi ekspektasi ini, sehingga ketika mereka mencoba memprioritaskan diri sendiri, muncul anggapan bahwa hal itu adalah sesuatu yang salah.
Jika terus dibiarkan, pola ini bisa menyebabkan kelelahan emosional hingga burnout.
Self-Love yang Sesungguhnya
Self-love bukan tentang mengejar kesempurnaan atau menjadi tidak bertanggung jawab. Ini tentang mengenali apa yang benar-benar dibutuhkan oleh diri sendiri, menetapkan batas yang sehat dalam hubungan, dan memperlakukan diri sendiri dengan kasih sayang dan pengertian.
Cara Menerapkan Self-Love Tanpa Rasa Bersalah
Menyadari Kebutuhan Diri: Menempatkan kebutuhan pribadi bukan berarti mengabaikan orang lain, tetapi menghentikan pola mengorbankan diri tanpa kendali.
Berhenti Menunggu Persetujuan Orang Lain: Banyak perempuan menunda self-love karena takut tidak dimengerti. Padahal sepanjang keputusan itu tidak merugikan, tidak perlu merasa bersalah.
Menetapkan Batasan Secara Tegas: Belajar untuk berkata “tidak” tanpa penjelasan panjang adalah bagian dari merawat diri sendiri.
Melatih Perubahan Cara Bicara pada Diri Sendiri: Ketika muncul suara batin negatif, cobalah berpikir bagaimana kamu akan menyemangati sahabatmu dalam situasi yang sama ini membantu memperkuat empati untuk diri sendiri.
