Industri film horor Indonesia kembali membuat gebrakan baru melalui karya berjudul “Tolong Saya!” (Dowa-juseyo). Film ini bukan sekadar film horor biasa, melainkan sebuah eksperimen seni yang menggabungkan elemen horor mencekam dengan estetika romantis khas drama Korea (Drakor).
Film ini membawa penonton “terbang” ke Busan, Korea Selatan. Dengan pengambilan latar tempat langsung di kota pelabuhan tersebut, bagian awal film memanjakan mata dengan pemandangan estetik dan visual kota yang ikonik, menciptakan suasana romantis yang biasa kita temukan dalam drama Korea kelas atas.
Untuk memperkuat atmosfer tersebut, penyanyi asal Korea, Yun Jian, hadir mengisi soundtrack orisinal. Suara merdunya disiapkan khusus untuk membalut momen-momen manis di awal film, membuat penonton terbuai dalam kehangatan kisah cinta sebelum akhirnya dijatuhkan ke dalam teror yang emosional.
Keberhasilan film ini didukung oleh kolaborasi apik aktor-aktor berbakat dari dua negara:
Indonesia: Dibintangi oleh Saskia Chadwick dan Cinta Brian.
Korea Selatan: Menampilkan talenta seperti Kim Geba dan Kim Seoyoung.
Namun, penonton diingatkan untuk tidak terlena. Seiring berjalannya cerita, suasana manis tersebut perlahan berubah menjadi mimpi buruk saat mitos kelam dari Korea mulai merayap. Pesan “Dowa-juseyo” (Tolong Saya!) yang awalnya terdengar lirih berubah menjadi teror yang mencekam, menguji keberanian penonton hingga akhir film.
“Tolong Saya!” berhasil membuktikan bahwa perpaduan antara mitos horor yang kuat, visual indah kota Busan, dan vokal merdu Yun Jian dapat menciptakan standar baru dalam kolaborasi film lintas negara.
