Alasan Waktu Terasa Semakin Cepat Saat Dewasa? Ini Penjelasannya

Redaksi
3 Min Read

HALUAN.CO – Masa kecil sering kali terasa panjang, dengan liburan sekolah yang seakan tak berujung dan waktu bermain yang berjalan lambat. Namun, saat kita beranjak dewasa, satu minggu bisa terasa seperti dua hari saja. Banyak yang bertanya-tanya, mengapa usia 20–30 tahun terasa lebih cepat dibandingkan saat kita masih anak-anak? Fenomena ini ternyata memiliki penjelasan ilmiah.

Perasaan bahwa waktu “terasa lebih cepat” bukan semata-mata karena kesibukan bekerja. Otak manusia mengalami perubahan dalam cara memproses informasi seiring bertambahnya usia, dan hal ini memengaruhi persepsi kita tentang waktu.

Saat kecil, hampir setiap hari kita menemukan hal baru: lingkungan baru, teman baru, pengalaman baru. Otak memproses semua itu sebagai memori baru, membuat waktu terasa lebih “panjang”. Sebaliknya, saat dewasa, rutinitas sering kali berulang—pekerjaan, tugas harian, dan aktivitas yang sama. Rutinitas ini membuat otak mencatat lebih sedikit hal baru sehingga waktu terasa berlalu lebih cepat.

Ketika hari-hari terlihat sama, otak tidak menyimpan memori spesifik. Akibatnya, waktu dalam ingatan terasa lebih singkat. Itulah mengapa satu tahun bisa terasa “sudah lewat saja” tanpa terasa banyak perubahan. Banyak psikolog menyebutnya sebagai “time compression effect”.

Berita Lainnya  Bahaya! Ini 5 tanda kebiasaan kamu sudah berubah jadi kecanduan

Perbedaan Fokus Antara Anak dan Dewasa

Anak-anak cenderung hidup pada momen sekarang, sedangkan orang dewasa banyak memikirkan masa depan: pekerjaan, rencana, tanggung jawab, dan target hidup. Pikiran yang sibuk membuat waktu terasa bergulir lebih cepat. Semakin banyak beban mental, semakin cepat waktu terasa.

Proporsi Waktu yang Berubah

Ketika kamu berusia 10 tahun, satu tahun sama dengan 10% hidupmu. Namun, di usia 30 tahun, satu tahun hanya sekitar 3% hidupmu. Secara matematis, waktu terasa “lebih kecil skala”-nya. Ini dikenal sebagai perspective time theory.

Mengapa Masa Kecil Lebih Berkesan?

Jawabannya sederhana: lebih banyak memori emosional. Semakin kuat memori yang kita simpan, semakin panjang waktu terasa. Dewasa cenderung melewati waktu secara otomatis tanpa kesadaran penuh.

Cara Memperlambat Persepsi Waktu

Beberapa cara bisa membantu memperlambat persepsi waktu:

  • Lakukan aktivitas baru
  • Coba hobi baru
  • Pergi ke tempat baru
  • Keluar dari rutinitas
  • Meditasi minimal 5 menit per hari
  • Buat jurnal atau catatan harian
Berita Lainnya  Manfaat Kesehatan Jantung dari Kebiasaan Menaiki Tangga

Semakin banyak pengalaman baru, semakin lambat waktu terasa dalam memori.

Waktu sebenarnya tidak berputar lebih cepat. Yang berubah adalah cara otak memproses pengalaman seiring bertambahnya usia. Rutinitas membuat waktu terasa singkat, sedangkan pengalaman baru membuat waktu terasa panjang. Dengan mencoba hal-hal baru, memperlambat ritme, dan lebih sadar menjalani hari, kita bisa membuat hidup lebih bermakna—dan waktu terasa lebih “bernilai”.

Share This Article
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *