PLN Gerak Cepat Bangun Pembangkit Listrik Untuk Terangi Banda Aceh Dalam Satu Minggu

Redaksi
2 Min Read

BANDA ACEH- PT Perusahaan Listrik Negara (PT PLN Persero) membukukan rekor nasional tercepat membangun pembangkit listrik di Nanggroe Aceh Darussalam. Pembangkit berkekuatan 5 MW (Megawatt) tersebut dibangun hanya sepekan (1 minggu) dan akhirnya masuk ke sistem kelistrikan Banda Aceh, hari Sabtu (13/12/2025).

Hal tersebut diutarakan Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN Persero Rizal Calvary Marimbo di Lueng Bata, Banda Aceh.

“Dua minggu lalu saya meneken administrasinya dan hanya seminggu tepatnya 5 hari kerja penuh siang dan malam kemudian masuk 5 MW ke sistem, dan besok lagi 5 MW. Total 10 MW dari Lueng Bata,” ujar Rizal (14/2/2025)

Rizal mengatakan, rekor tercepat sebelumnya PLN mampu membangun pembangkit listrik dalam waktu dua bulan. Dia mengatakan rekor ini terjadi berkat dorongan dan motivasi dari Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk mempercepat layanan kelistrikan di Banda Aceh. “Menteri ESDM memasang target agar hari ini, Sabtu, pembangkit Leung Bata segera menyalah dan kami sanggupi,” ucap Rizal.

Berita Lainnya  Jeje, Syahnaz, Ussy dan Andhika bahas selingkuh di podcast sambil tiduran, netter: Mengganggu ya itu posisi...

Rizal mengatakan, petugas PLN bekerja siang-malam non stop membangun pembangkit ini yang dibagi dalam tiga shift.

Nantinya, setelah PLTD Leung Bata ini, akan segera selesai lagi di Krueng Raya sebesar 15 MW dan 50 MW menyusul di Ule Kareng 15 MW, Banda Aceh.

Rizal mengatakan, pihaknya mengapresiasi atas kerja keras petugas dan karyawan PLN di lapangan. “Mereka yang tanpa lelah siang malam bekerja keras untuk perlahan-lahan untuk menuju pemulihan total listrik di Banda Aceh,” papar dia.

Rizal mengatakan, pihaknya tengah bekerja keras siang dan malam membangun pembangkit sebesar MW 100 MW di dalam Kota Banda Aceh dan di sekitar Kota sehingga sebelum ramadhan nanti keandalan listrik di Banda Aceh semakin kuat

“Jadi, kelemahannya di Kota Banda Aceh ini tidak ada pembangkit-pembangkit listrik yang berdaya besar. Sehingga harus bergantung pada daya tertransfer dari tempat yang jauh dari Arun dan Nagan. Sebab itu, kami inisiasi menambah 100 MW di Banda Aceh agar Banda Aceh ini kuat dan mandiri daya lisriknya,” ujar Rizal yang sudah dua minggu ini berkantor di Banda Aceh.(*).

Berita Lainnya  Potensi Megathrust di Laut Jawa Disebut Picu Tsunami Setinggi 20 meter, Ini Hasil Penelitiannya
Share This Article
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *