/

Kepergian Mengejutkan! Trump Ancam AS Tinggalkan NATO!

1 min read
FILE - President Donald Trump meets with Italian Prime Minister Giuseppe Conte during the NATO summit at The Grove, Wednesday, Dec. 4, 2019, in Watford, England. Former US president Donald Trump says he once warned that he would allow Russia to do whatever it wants to NATO member nations that are “delinquent” in devoting 2% of their gross domestic product to defense. Trump’s comment on Saturday represented the latest instance in which the former president and Republican front-runner seemed to side with an authoritarian state over America’s democratic allies. (AP Photo/ Evan Vucci, File)

Jakarta – Dalam wawancara televisi formal pertamanya di NBC News, Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan sejumlah pandangannya terkait isu-isu global dan domestik. Mengutip laporan dari AFP, Trump memulai wawancara dengan membahas konflik antara Ukraina dan Rusia. Ia menyatakan bahwa di bawah kepemimpinannya, Amerika Serikat akan mengurangi bantuan kepada Kyiv dalam upayanya melawan Moskow.

Trump juga mengulangi ancamannya untuk menarik Amerika Serikat dari keanggotaan NATO, yang telah menjadi pilar keamanan di Eropa sejak berakhirnya Perang Dunia II. Ia menegaskan bahwa sekutu-sekutu AS tidak memberikan kontribusi yang cukup untuk pertahanan mereka sendiri, sehingga menimbulkan beban yang tidak seimbang bagi Amerika Serikat.

Berita Lainnya  AS Pastikan Ukraina Gabung NATO! Apa Dampaknya?

Selanjutnya, Trump menyoroti janji kampanyenya mengenai penerapan tarif besar terhadap mitra dagang utama AS, termasuk Kanada, Meksiko, dan China. Ia berjanji bahwa tarif tersebut akan diterapkan dengan efektif untuk melindungi industri dalam negeri. Namun, Trump tidak memberikan kepastian apakah kebijakan ini akan menyebabkan kenaikan harga bagi konsumen Amerika. Ia menyatakan bahwa dirinya tidak dapat memberikan jaminan apapun terkait dampak tarif tersebut.

Dalam wawancara tersebut, Trump juga menyatakan bahwa ia akan mempertimbangkan dengan cepat pemberian pengampunan bagi para pendukungnya yang dipenjara akibat penyerbuan Gedung Capitol AS pada tahun 2021. Penyerbuan ini terjadi setelah Trump mengalami kekalahan dalam pemilihan umum 2020 melawan Joe Biden. Selain itu, Trump menegaskan bahwa anggota Kongres yang menyelidiki peristiwa pemberontakan pada 6 Januari 2021 oleh para pendukungnya ‘harus masuk penjara’.

Berita Lainnya  FBI Bongkar! Iran Diduga Meretas Kampanye Trump!

Meskipun demikian, Trump menekankan bahwa ia tidak akan secara langsung memerintahkan badan penegak hukum untuk mengadili musuh-musuh politiknya. Ia menyatakan bahwa keputusan tersebut dapat diambil oleh para pejabat yang berwenang secara independent.

Berita Terbaru

Mengenai Kami

Haluan.co adalah bagian dari Haluan Media Group yang memiliki visi untuk mencerdaskan generasi muda Indonesia melalui sajian berita yang aktual dan dapat dipercaya

Alamat
Jalan Kebon Kacang XXIX Nomor 02,
Tanah Abang, Jakarta Pusat
—–
Lantai IV Basko Grandmall,
Jl. Prof. Hamka Kota Padang –
Sumatera Barat

 0813-4308-8869
 [email protected]

Copyright 2023. All rights reserved.
Haluan Media Group