Jakarta – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan rasa prihatinnya terhadap kabar mundurnya Airlangga Hartarto dari posisi Ketua Umum Partai Golkar.
Hasto mengaku bahwa dirinya langsung dipanggil untuk melapor kepada Megawati setelah Airlangga mengumumkan pengunduran dirinya dari posisi ketua umum Golkar.
Hasto, yang memiliki banyak pengalaman berinteraksi secara politik dengan Airlangga, memuji sosok Airlangga sebagai seorang komunikator yang baik. Politikus asal Yogyakarta ini menilai bahwa Airlangga memiliki kemampuan komunikasi yang mumpuni dalam dunia politik.
Menurut Hasto, ada indikasi bahwa mundurnya Airlangga akan mengubah peta politik di beberapa provinsi dalam pilkada mendatang. Namun, ia meyakini bahwa pilkada di level kabupaten/kota masih akan berjalan dengan relatif baik.
Hasto juga mengulas bahwa PDIP memiliki pengalaman diintervensi pada masa Orde Baru. Ia menilai bahwa tujuan intervensi pada masa itu adalah untuk mengerdilkan demokrasi dan menjauhkan prinsip-prinsip kedaulatan partai.
Meskipun demikian, Hasto menegaskan bahwa PDIP tidak ingin mencampuri urusan partai lain. PDIP tetap berkomitmen untuk menjaga prinsip-prinsip demokrasi dan kedaulatan partai.
Sebelumnya, Airlangga Hartarto telah mengumumkan pengunduran dirinya dari posisi Ketua Umum Partai Golkar pada Sabtu (10/8) malam. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak dan menimbulkan berbagai spekulasi mengenai dampaknya terhadap peta politik nasional.