Jakarta – Air kelapa, minuman yang telah lama menjadi primadona dalam mengusir dahaga, menawarkan kesegaran yang tak tertandingi. Selain rasanya yang memanjakan lidah, air kelapa sarat dengan nutrisi yang menguntungkan bagi tubuh. Kandungan elektrolit alaminya, seperti kalium, magnesium, dan kalsium, menjadikannya pilihan ideal untuk menghidrasi tubuh, terutama setelah aktivitas fisik atau di tengah teriknya cuaca.
Namun, meski air kelapa menyimpan segudang manfaat, tidak semua orang disarankan untuk menikmatinya. Dr. Nur Rasyid, SpU, seorang ahli urologi, mengungkapkan bahwa air kelapa mengandung kalium dalam kadar yang cukup tinggi. Bagi kebanyakan orang, kalium ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan dan fungsi otot. Namun, bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti gangguan ginjal, konsumsi air kelapa perlu dibatasi.
Pada individu dengan masalah ginjal, kemampuan tubuh untuk memproses kalium bisa terganggu. Hal ini dapat mengakibatkan penumpukan kalium dalam darah, yang dikenal sebagai hiperkalemia. Kondisi ini berbahaya karena dapat memicu aritmia atau detak jantung yang tidak teratur, yang berpotensi mengancam nyawa. Oleh karena itu, penderita gangguan ginjal disarankan untuk berhati-hati dalam mengonsumsi makanan atau minuman yang tinggi kalium, termasuk air kelapa.
Selain penderita gangguan ginjal, ada beberapa kelompok lain yang mungkin perlu membatasi konsumsi air kelapa. Mereka yang sedang menjalani diet rendah kalium, misalnya, juga harus waspada. Selain itu, individu dengan kondisi kesehatan tertentu yang mempengaruhi keseimbangan elektrolit tubuh juga sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum rutin mengonsumsi air kelapa.