Seruan Damai Tokoh Agama: Kyai Imam Maaruf Ajak Bangsa Indonesia Bersatu Jaga Kedamaian

Redaksi
4 Min Read

HALUAN.CO – Suasana kebangsaan dalam beberapa hari terakhir yang terasa memanas, menuai perhatian para tokoh agama. Mereka menyerukan pentingnya menahan diri, menjaga ketenangan, serta meredam potensi konflik yang bisa mengganggu persatuan. Salah satu tokoh agama dari Jawa Timur, Kyai Imam Maaruf, pengasuh Pondok Pesantren Anwarul Islam, Kabupaten Malang, mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali kepada semangat persaudaraan dan menjaga kedamaian Indonesia.

Dalam seruannya, Kyai Imam Maaruf menekankan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar, lahir dari pengorbanan para pahlawan dan perjuangan panjang rakyatnya. Oleh karena itu, menurutnya, tidak ada alasan untuk bangsa ini terpecah hanya karena perbedaan pandangan atau kepentingan sesaat.

“Indonesia adalah bangsa para pahlawan. Kita lahir dari perjuangan, dari pengorbanan, dan dari persatuan. Kita juga sudah berkali-kali belajar dari sejarah kelam adu domba dan provokasi. Jangan sampai kita kembali jatuh ke lubang yang sama. Saat ini yang dibutuhkan adalah pikiran yang jernih, hati yang tenang, dan semangat menjaga persaudaraan,” ungkap Kyai Imam Maaruf dalam pernyataannya, Sabtu (30/8).

Lebih jauh, Kyai Imam Maaruf mengajak para tokoh bangsa, aparat penegak hukum, dan seluruh elemen masyarakat agar bahu-membahu menjaga kondusivitas. Ia menekankan bahwa penegakan hukum harus berjalan dengan adil, sementara masyarakat juga perlu mengedepankan kesabaran dan menghindari provokasi.

Berita Lainnya  Heboh! Anggota DPRD Pasuruan Gadaikan SK Demi Utang Bank!

Menurutnya, ketegangan yang terjadi dalam kehidupan sosial dan politik akhir-akhir ini seharusnya bisa disikapi dengan bijak. Perbedaan pendapat adalah hal lumrah dalam demokrasi, tetapi tidak boleh menjadi alasan untuk melahirkan kebencian dan permusuhan.

“Saya mengimbau kepada semua pihak, baik tokoh bangsa, penegak hukum, maupun masyarakat luas, untuk menahan emosi. Jangan terjebak dalam situasi yang bisa dimanfaatkan pihak-pihak tertentu. Saatnya kita kedepankan persatuan demi masa depan Indonesia yang lebih baik,” tegasnya.

Kyai Imam Maaruf juga mengingatkan bahwa saat ini Indonesia sedang diuji. Ujian itu datang dalam bentuk meningkatnya kecurigaan, prasangka, dan potensi perpecahan antar anak bangsa. Menurutnya, di tengah keragaman masyarakat, selalu ada oknum yang mencoba menunggangi situasi demi kepentingan pribadi atau kelompoknya.

“Ujian kita saat ini adalah ujian untuk tidak saling curiga, tidak saling membenci, dan tidak mudah terprovokasi. Kita harus waspada terhadap sosok-sosok yang menunggangi suasana, yang memanfaatkan ketegangan demi kepentingannya sendiri. Mari kita lawan itu dengan persatuan dan cinta tanah air,” ujar Kyai Imam.

Ia menambahkan, bangsa Indonesia sudah berulang kali berhasil melewati masa-masa sulit, termasuk konflik horizontal dan perpecahan politik. Namun setiap kali, bangsa Indonesia selalu bisa bangkit karena adanya rasa persaudaraan dan semangat gotong royong yang masih terjaga.

Berita Lainnya  Aher PKS Bertemu Prabowo: Konsolidasi Tertutup Tanpa Bahas Jabatan Menteri!

Seruan damai yang disampaikan Kyai Imam Maaruf juga mendapat dukungan dari berbagai tokoh agama lainnya di tanah air. Para pemimpin lintas agama sepakat bahwa kedamaian bangsa harus dijaga bersama, apalagi Indonesia adalah rumah bagi semua suku, agama, dan golongan.

Mereka menegaskan bahwa tugas utama pemuka agama bukan hanya memberikan bimbingan spiritual, tetapi juga menjaga moral bangsa agar tetap berjalan di jalur kebersamaan. Dalam situasi yang panas, suara sejuk tokoh agama menjadi penyejuk dan pengingat bahwa konflik tidak akan membawa manfaat apa pun bagi rakyat.

Kesadaran kolektif menjadi kunci untuk menjaga bangsa tetap utuh. Dalam situasi apapun, ketika masyarakat menolak provokasi dan memilih jalan damai, maka pihak-pihak yang ingin memecah belah tidak akan berhasil.

Share This Article
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *