PADANG – Fenomena tawuran antar pelajar yang marak di Kota Padang dalam beberapa bulan terakhir telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Kondisi ini mendapatkan perhatian khusus Nanda Satria, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, yang menyoroti pentingnya peran orang tua dalam pembinaan anak.
Nanda Satria menegaskan bahwa tanggung jawab pembinaan anak tidak hanya terletak pada pihak sekolah atau pemerintah, tetapi juga harus melibatkan peran aktif orang tua. Menurutnya, orang tua harus bertanggung jawab atas perilaku anak-anak mereka, terutama ketika terlibat dalam kenakalan remaja seperti tawuran.
“Orang tua yang abai terhadap perilaku buruk anak harus ikut bertanggung jawab secara hukum,” ujar Nanda.
Di tengah meningkatnya kasus tawuran pelajar, Walikota terpilih Kota Padang, Fadly Amran, mengusulkan pembentukan Dubalang Nagari. Sistem keamanan berbasis kearifan lokal Minangkabau ini diharapkan dapat menjadi solusi alternatif dalam mengatasi permasalahan tawuran remaja yang semakin mengkhawatirkan. Dubalang Nagari tidak hanya berfungsi sebagai langkah preventif, tetapi juga bertujuan mengembalikan nilai-nilai adat dalam pengawasan generasi muda.
Sebagai langkah tegas, Nanda Satria mengusulkan penerapan sanksi sosial tidak hanya bagi remaja pelaku tawuran, tetapi juga orang tua mereka. Sanksi yang diusulkan berupa kerja sosial seperti membersihkan jalan atau menjadi petugas kebersihan toilet umum.
“Sanksi sosial bagi orang tua ini diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak mereka. Harapannya dengan ada sanksi untuk orang tua akan menimbulkan efek jera dan orang tua bisa lebih meningkatkan pengawasan dan pembinaannya pada anak-anak.” tambah Nanda.
Disamping itu, Nanda berharap kedepannya akan banyak aktifitas positif yang diadakan di Kota Padang dibawah kepemimpinan Walikota Fadly Amran seperti kegiatan olahraga, seni, organisasi, teknologi, dan aktifitas positif lainnya