Trump Ingin Bertemu Kim Jong Un Tahun Ini, Apa Tujuan di Baliknya?

Husni Rachma
4 Min Read

HALUAN.CO – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan niatnya untuk kembali menggelar pertemuan dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dan menyebut kemungkinan pertemuan itu bisa terjadi dalam tahun ini.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump setelah berdiskusi dengan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, di Gedung Putih pada Senin (25/8/2025).

Pertemuan ini berlangsung dalam konteks politik yang sensitif dan menjadi lawatan pertama Lee sejak ia resmi menjabat.

Beberapa jam sebelum kedatangan Lee, Trump sempat mengeluarkan pernyataan kontroversial mengenai “pembersihan” atau “revolusi” di Korea Selatan.

Komentar itu diduga mengacu pada aksi penggerebekan terhadap sejumlah gereja. Namun setelah berdiskusi langsung, Trump menyatakan bahwa itu hanyalah sebuah kesalahpahaman.

“Saya yakin ini kesalahpahaman karena ada rumor yang beredar,” ujar Trump, seperti dikutip AFP pada Selasa (26/8/2025).

Trump menegaskan bahwa ia sejalan dengan Presiden Lee dalam hal pendekatan terhadap Korea Utara.
Ia juga menyinggung hubungan pribadinya dengan Kim Jong Un, yang pernah ia temui sebanyak tiga kali saat menjabat sebagai presiden sebelumnya.

“Suatu hari nanti saya akan bertemu dengannya. Saya menantikan pertemuan dengannya. Dia sangat baik kepada saya,” ucapnya kepada awak media.

Berita Lainnya  Uni Eropa Ancam Israel! Sanksi Menanti Jika Tolak Gencatan Senjata

Menurut Trump, sejak dirinya kembali ke Gedung Putih pada awal 2025, Korea Utara mulai menurunkan intensitas peluncuran rudalnya.

Ia juga mengeklaim telah menyelesaikan tujuh perang dalam beberapa bulan terakhir—meskipun klaim ini masih menuai banyak perdebatan.

Walau pertemuan sebelumnya antara Trump dan Kim sempat meredakan ketegangan, namun tidak ada kesepakatan akhir yang tercapai terkait denuklirisasi.

Trump juga menyatakan bahwa pendekatan Presiden Joe Biden terhadap Korea Utara tidak berhasil karena dianggap tidak mendapat penghormatan dari Pyongyang.

Kini, posisi Kim semakin kuat setelah mengirim pasukan ke Ukraina dan memperoleh dukungan dari Rusia, meski ia tetap menolak mengakhiri program nuklirnya.

Presiden Lee memberikan pujian terbuka kepada Trump dalam pertemuan mereka.
“Saya menantikan pertemuan Anda dengan Kim Jong Un dan pembangunan Menara Trump di Korea Utara serta bermain golf di sana,” ucap Lee.

Ia juga menyitir narasi media Korea Utara yang menyatakan hubungan Pyongyang dengan Trump lebih baik dibandingkan dengan presiden AS lainnya.

“Kim akan menunggumu,” tambahnya.

Lee terpilih menjadi presiden pada Juni lalu setelah pendahulunya, Yoon Suk Yeol, dimakzulkan. Sebelumnya, Lee dikenal sebagai pengacara buruh yang sering mengkritik kehadiran militer Amerika di negaranya.

Berita Lainnya  China Kepung Taiwan! 25 Jet Tempur dan 7 Kapal Siap Serang!

Dalam kesempatan itu, Trump kembali menekankan bahwa Korea Selatan seharusnya menanggung biaya lebih besar atas keberadaan 28.500 pasukan AS di negaranya.

Ia bahkan menyarankan agar AS mengusahakan kepemilikan atas lahan pangkalan militer.

“Kami menghabiskan banyak uang untuk membangun benteng, dan ada kontribusi dari Korea Selatan, tetapi saya ingin melihat apakah kami bisa membatalkan sewa dan mendapatkan kepemilikan tanah,” katanya.

Trump juga mengangkat isu sensitif, yaitu tentang “wanita penghibur”—perempuan Korea yang dipaksa menjadi budak seks saat pendudukan Jepang.

Ia menilai kunjungan Presiden Lee ke Jepang sebelum ke AS sebagai langkah simbolis. Meskipun Jepang telah menyetujui kompensasi, kesepakatan ini mendapat tentangan dari penyintas yang meragukan ketulusan Negeri Sakura.

TAGGED:
Share This Article
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *