Waspada! 5 Peralatan Dapur yang Berisiko Mengontaminasi Makanan

Husni Rachma
3 Min Read

HALUAN.CO – Peralatan dapur yang kita gunakan sehari-hari ternyata bisa menimbulkan risiko kesehatan yang serius. Hal ini berkaitan erat dengan material yang digunakan dalam pembuatannya. Seiring dengan perkembangan zaman, peralatan dapur hadir dalam berbagai model dan jenis, mulai dari stainless steel, kaca, plastik, hingga kayu. Namun, apakah kita pernah mempertimbangkan unsur-unsur yang terkandung di dalamnya?

Melalui platform media sosial Instagram, Dr. Alok Chopra, seorang ahli jantung dari Maulana Azad Medical College, New Delhi, India, mengungkapkan beberapa peralatan dapur yang berpotensi membahayakan kesehatan. Menurutnya, bahan yang digunakan dalam pembuatan peralatan dapur mengandung zat kimia berbahaya yang dapat mengontaminasi makanan.

Berikut adalah lima peralatan dapur yang berisiko mengontaminasi makanan, seperti yang dilaporkan oleh Times of India (26/7/2025):

1. Wajan Anti Lengket
Wajan anti lengket sering kali mengandung bahan kimia seperti PFOA dan PFAS yang dapat terakumulasi dalam tubuh. Paparan bahan kimia ini sangat berisiko dan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan jika tertelan melalui makanan. Dampaknya bisa berupa gangguan hormon, penurunan sistem kekebalan tubuh, hingga keracunan jangka panjang. Sebagai alternatif yang lebih aman, disarankan untuk menggunakan alat masak berbahan stainless steel, kaca, atau keramik.

Berita Lainnya  Fakta-fakta tentang phasmophobia, ketakutan berlebih terhadap hantu dan hal-hal supernatural

2. Aluminium Foil
Aluminium foil sering digunakan untuk membungkus makanan agar tetap hangat dan mempercepat proses memasak. Namun, di balik kegunaannya, aluminium foil dapat menimbulkan risiko kesehatan. Terbuat dari lembaran logam, aluminium foil dapat mengontaminasi makanan dan jika dikonsumsi, dapat menyebabkan penyakit serius. Paparan jangka panjang terhadap aluminium telah dikaitkan dengan masalah neurologis dan peningkatan risiko Alzheimer. Sebagai pengganti yang lebih aman, kertas perkamen bisa menjadi pilihan.

3. Wadah Plastik
Wadah plastik mengandung bahan kimia seperti BPA, BPS, dan ftalat yang berbahaya, terutama jika dipanaskan dalam microwave atau digunakan untuk menyimpan makanan berminyak dan asam. Bahan kimia ini dapat mempengaruhi kesehatan hormon, kesuburan, dan melemahkan respons imun. Untuk alternatif yang lebih sehat, pilihlah wadah berbahan kaca, keramik, atau stainless steel.

4. Peralatan Masak Plastik
Selain wadah penyimpanan, peralatan masak seperti spatula, sendok, dan centong yang terbuat dari plastik juga berisiko. Material plastik dapat melepaskan zat aditif beracun seperti penghambat api, pewarna, dan mikroplastik. Jika zat-zat ini masuk ke dalam makanan dan terakumulasi dalam tubuh, dapat menyebabkan peradangan dan keracunan. Pilihan yang lebih sehat adalah menggunakan peralatan masak berbahan kayu atau stainless steel.

Berita Lainnya  Waspada! Berikut adalah ciri-ciri orang ingin bunuh diri, penting diperhatikan

5. Kompor Gas
Penggunaan kompor gas dapat meningkatkan risiko asma, infeksi pernapasan, hingga kanker, terutama jika dapur memiliki ventilasi yang buruk. Untuk mengurangi risiko ini, disarankan menggunakan kompor induksi atau kompor listrik yang lebih ramah lingkungan. Setidaknya, pastikan dapur memiliki ventilasi yang baik dengan membuka jendela atau memasang exhaust fan.

Dengan memahami risiko yang ditimbulkan oleh peralatan dapur ini, kita dapat membuat pilihan yang lebih bijak untuk menjaga kesehatan keluarga. Mengganti peralatan dapur dengan bahan yang lebih aman adalah langkah kecil yang dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan jangka panjang.

Share This Article
Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *